Biografi Guru Zuhdi (KH. Ahmad Zuhdiannoor)

 
Biografi Guru Zuhdi (KH. Ahmad Zuhdiannoor)

KH. Ahmad Zuhdiannoor atau dikenal dengan nama Guru Zuhdi (lahir di Alabio, 10 Februari 1972 – wafat di Jakarta, 2 Mei 2020 pada umur 48 tahun) adalah pemuka agama Indonesia yang dikenal sebagai ulama di Kalimantan Selatan. Beliau merupakan mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan.

Guru Zuhdi merupakan putra dari Muhammad bin Jafri dan Zahidah binti KH. Asli. Ayahnya dikenal sebagai ulama yang cukup terkenal di Banjarmasin. Sedangkan kakeknya dari pihak Ibu, K.H. Asli adalah tokoh ulama yang berdomisili di Alabio, Hulu Sungai Utara.

Pendidikan

Pendidikan formal yang dijalani Guru Zuhdi hanya sampai tingkat SD. Setelah itu, ia lanjutkan ke Pondok Pesantren Al Falah. Pada mulanya, ia berguru kepada ayahnya, KH. Muhammad bin H. Jaferi al-Banjari, Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Banjabaru tahun 1986-1993. Selain berguru pada sang ayah, ia juga sempat menimba ilmu sebentar di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru. Karena sering sakit-sakitan, ia berhenti, dan melanjutkan pelajaran pada sang kakek di Alabio, KH. Asli. Bidang ilmu yang dipelajari di sana yaitu ilmu tajwid, fikih, tashrif, tauhid, tasawuf.

Setelah kakeknya wafat, ia melanjutkan pengembaraan pendalaman ilmunya kepada Muallim Syukur di Teluk Tiram, Banjarmasin. Di sana dia belajar tasawuf, fikih, ushul fikih, dan arudh. Setelah Muallim wafat, Guru Zuhdi meneruskan belajarnya kepada Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul)

Guru Zuhdi pernah mengajar selama sekitar dua tahun di Pondok Pesantren Al Falah. Guru Zuhdi juga membuka pengajian di Masjid Jami, pengajian di rumah Guru Zuhdi, pengajian di Teluk Dalam, Langgar Darul Iman, pengajian di Sungai Andai, pengajian di Kota Citra Graha KM 18 dan pengajian di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Guru Zuhdi sering mengajarkan tauhid dan tasawuf, dan menekankan betapa pentingnya membersihkan hati. Ia juga konsisten di jalur agama, tidak ikut dalam politik, seperti mendukung politisi tertentu dalam pemilu.

Berpulang

Guru Zuhdi meninggal dunia pada 2 Mei 2020 dalam usia 48 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta dan didiagnosa mengalami kanker paru dengan diagnosis diferensial kanker kelenjar getah bening. Jenazah almarhum diterbangkan dari Jakarta menuju Banjarmasin[6] dan dimakamkan di samping kediamannya di belakang Masjid Jami Banjarmasin pada malam harinya.