Salawat Bentuk Pemuliaan dan Cinta Kita Kepada Nabi SAW

 
Salawat Bentuk Pemuliaan dan Cinta Kita Kepada Nabi SAW

LADUNI.ID, Jakarta - Terkadang sebagian dari kita bertanya-tanya apabila Allah Swt telah memberi rahmat dan malaikat telah memintakan ampun kepada Nabi Muhammad Saw maka untuk apa kita bersalawat kepadanya? Bersalawat kepada Nabi Saw tidaklah karena Nabi Saw membutuhkannya. Salawat adalah wujud cinta kita kepada Nabi Saw dan untuk memperjelas keagungannya. Dengan mengagungkannya kita akan beroleh pahala, keberkahan salawat.

"Siapa yang bersalawat kepadaku satu kali maka Allah memberi rahmat kepadanya sebanyak sepuluh kali" demikian sabda Nabi saw. Hal iru bermakna kita akan memperoleh rahmat Allah Swt dan pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana firman Allah Swt "Siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya.” (Al-An’am:150)

Syekh Asmarraqandi berkata: “Andai tidak ada pahala bersalawat kepada Nabi Saw selain hanya mengharap syafaatnya, maka wajib bagi orang yang berakal supaya tidak melupakan salawat kepada Nabi Saw. Lantas bagaimana? Sedangkan di dalam salawat ada rahmat dan pengampunan dari Allah Swt. Bersalawat kepada Nabi Saw lebih utama dari semua ibadah.

Hal ini dikuatkan dengan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-Nya.” Allah Swt memerintahkan semua ibadah kepada kita, adapun untuk salawat, Allah Swt turut serta melakukannya.

Imam Ghazali bercerita di dalam kitab Ihya, “Aku sedang menulis hadis dan aku bersalawat kepada Nabi Saw di dalamnya tapi aku tidak berucap salam kepadaNya, kemudian aku melihat Nabi Saw dalam mimpi dan Nabi Saw bersabda kepadaku (Imam Ghazali): “Kenapa tidak kamu sempurnakan bersalawat kepadaku di dalam kitabmu?” Maka setelah itu aku tidak menulis kecuali aku bersalawat dan berucap salam kepada Nabi Saw.” [dari berbagai sumber rujukan]

Jika kita memang benar-benar mencintai Nabi Saw dan ingin selalu memuliakannya, cukup kiranya dalil-dalil di atas bagi kita untuk tidak lupa bersalawat kepadanya. Kapanpun dan di mana pun kita berada sebab Nabi Saw menjamin bahwa salawat kita akan sampai kepadanya di manapun kita berada. Shollu alannabiy Muhammad..

Wallahu a’lam.


*) Oleh Neyla Hamadah, Mahasiswi Jurusan Manajemen UNU Yogyakarta.