Safari Ziarah dan Berdo'a di Makam KH. Muhaiminan Gunardho Parakan

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Safari Ziarah dan Berdo'a di Makam KH. Muhaiminan Gunardho Parakan

Sekilas Biografi Beliau

Mbah Muhaiminan begitulah panggilan dari KH. Muhaiminan Gunardho, Beliau adalah Mursyid Thariqoh kharismatik dan pendiri Pondok pesantren Kyai Parak Bambu Runcing, Parakan Temanggung.

Beliau dilahirkan di Jetis Kauman, Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, pada tanggal 30 Maret 1936, adalah putera dari R. Abu Hasan (KH Sumomihardho), yang masih terhitung keturuan Sultan Hamengkubuwono II. Ibunya, Hj Mahwiyah, putri Kyai Badrun, sesepuh kota Parakan yang juga ulama berpengaruh karena kedalaman ilmu yang dimiliki.

KH. Muhaiminan Gunardho memulai pendidikan dengan bersekolah SR (Sekolah Rakyat) di desa Parakan Kulon. Sore hari mengikuti pendidikan di Madrasah Ibtida'iyyah Al Iman masih di kota Parakan. Berlanjut  Madrasah Tsanawiyah Al Iman Magelang dan sore hari di SMP Muhammadiyah Jambon Magelang.

Beliau nyantri di Pondok Pesantren Payaman asuhan Romo Agung KH. Siradj Payaman. Pendidikan beliau pada waktu itu berada di bawah pengawasan K. Muhlasin, menantu KH Siradj, di Pondok Jurang. Karena hobinya dengan pencak silat, di manapun berada, beliau menyempatkan diri untuk menuntut ilmu bela diri kepada pendekar - pendekar pencak di daerah itu.

Nyantri beliau berlanjut ke Pondok Tebuireng, Sukopura, Jombang, kemudian ke pondok Dersemo Surabaya. Beliau juga tabarruk nyantri kepadaSyaikh Masduqi LasemKH. Ma’shum Lasem, KH. Baidhowi Lasem serta kepada para ulama masyhur pada zamannya.

Mengikuti jejak Mbah Dalhar Watucongol,Mbah Muhaiminan juga diangkat menjadi mursyid Tarekat Sadziliyah dan Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang bersanad sampai ke Rasulullah SAW. 

Kiai Muhaminan sangat disegani di kalangan nahdliyin. Ia termasuk salah satu kiai khos. Karena itu, pemikiranya sering menjadi pijakan tokoh NU, termasuk Gus Dur.

Beliau wafat  pada 02 Oktober 2007 setelah beberapa hari lalu sempat menjalani rawat inap di RS Kariadi Semarang karena sakit liver. 

 

 

Lokasi Makam

KH. R. Muhaiminan Gunardo meninggal di usia 74 tahun, pada 02 Oktober 2007 sekitar pukul 17.45 WIB. Beliau dimakamkan di Komplek Pemakaman Kyai Parak, tidak jauh dari kediaman beliau. Mbah Muhaiminan merupakan seorang tokoh panutan yang sangat dikenal masyarakat luas. Selain itu, beliau juga banyak memberikan sumbangan spiritual bagi kehidupan masyarakat.

 

 

 

Sumber: Dari Berbagai Sumber