Kebencian Kita pada Maksiat Tidak Lepas dari Hawa Nafsu

 
Kebencian Kita pada Maksiat Tidak Lepas dari Hawa Nafsu

LADUNI.ID, Jakarta - Dalam kehidupan bermasyarakat, umat Islam diajarkan untuk mencintai kebaikan dan membenci kemaksiatan. Sikap ini merupakan bagian dari keimanan, karena setiap muslim diperintahkan untuk mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran. Namun, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah kebencian kita terhadap pelaku maksiat benar-benar karena Allah SWT, atau justru karena dorongan hawa nafsu yang tidak kita sadari?

Pertanyaan inilah yang pernah diulas oleh ulama kharismatik Indonesia, KH. Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha. Dalam berbagai pengajiannya, beliau mengingatkan bahwa manusia sering kali merasa paling keras terhadap kesalahan orang lain, tetapi menjadi sangat lunak ketika kesalahan yang sama dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Islam dengan tegas melarang segala bentuk kemaksiatan. Perbuatan maksiat bukan hanya merugikan pelakunya, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial dan moral masyarakat.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN