Pesantren Roudlotut Tholibin Kademangan Kota Probolinggo

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Pesantren Roudlotut Tholibin Kademangan Kota Probolinggo

Profil
Pondok pesantren Roudlotut Tholibin atau  Pondok Kareng didirikan oleh Kyai Faqih Bin Alawi Bin Samlawi Bin Alawi Bin Abdurrohman Bin Pangeran Kidul Bin Sunan Giri yang akrab dengan julukan bujuk Pakis.

Dilihat dari nasabnya, Beliau masih keturunan Raden Ainul Yakin, atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri. Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin terletak di Jalan KH Fadhol No. 970 Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Dulunya, Desa Kademangan berada di Kecamatan yang disebut Sumber Kareng, dan sampai saat ini banyak sekali masyarakat mengenal dan menyebutnya Pondok Kareng.

Dalam perkembangannya Ponpes Kareng  diberi nama secara resmi PP. ROUDLOTUT THOLIBIN oleh KH Abdul Mujib Abdullah. Setelah diambil menantu pada tahun 1970, beliau langsung merintis pendidikan formal yang bernama MI. IHYAUL ISLAM dan terus meningkatkan dan memperkuat kinerja pendidikan madrasah diniyah.
 
Di tangan gigih beliau, kemudian mulai berdatangan santri yang menetap baik dari dalam kota maupun luar kota yang jumlahnya memang tidak terlalu banyak, antara 25-75 santri dan tiap tahunnya pasang surut. Dan setelah MI berdiri, pada tahun 1980 beliau merintis lembaga pendidikan lagi yang bernama MTs. ROUDLOTUT THOLIBIN dalam proses pendirian pendidikan formal ini, tantangan dan godaannya sangat besar baik dari internal maupun eksternal. Namun, beliau KH Abdul Mujib sama sekali tidak menghiraukan godaan tersebut. Bahkan, beliau cenderung terus melanjutkan keinginannya untuk membesarkan PP. Roudlotut Tholibin. 
 
Setelah KH Abdul Mujib berhasil mendirikan Madrasah Tsanawiyah yang memiliki banyak siswa baik dari kalangan santri sendiri maupun masyarakat sekitar, kemudian pada tahun 1987 KH Abdul Mujib merintis lagi pendidikan formal tingkat SLTA yang bernama MA. Wahid Hasyim (WAHASY), tujuan didirikan MA ini yaitu untuk memberi peluang kepada siswa Madrasah Tsanawiyah supaya melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu agar para santri yang ingin melanjutkan pendidikan tidak harus keluar pondok dan tetap melanjutkan kajian kitab kuningnya.
 
Perkembangan jumlah siswa WAHASY dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dari keadaan inilah kemudian beliau berencana merintis Sekolah Menengah atas pada tahun 1996. Namun rencana ini diurungkan karena ada tawaran dari Lembaga Pendidikan Ma'arif NU (LP Ma'arif NU) Kota Probolinggo untuk mengambil alih SMA Sunan Giri (SMAGI) yang pada waktu itu pendidikan tersebut kekurangan murid. Pemberian mandat ini bertujuan agar pendidikan tersebut tidak mati.
 
Gedung pertama kali SMAGI terletak persis di selatan Masjid Agung kota Proboliggo sehalaman dengan SMP Sunan Giri. Kemudian setelah  diambil alih oleh KH Abdul Mujib, maka gedung tersebut dipindah ke Jl. Prof. Dr. Hamka, Kademangan, Kota Probolinggo. Pemindahan tempat tersebut akhirnya, terjadi pemisahan antara santri putra dan puteri. SMAGI dikhususkan untuk santri putera, dan WAHASY dikhususkan untuk santri puteri. Kedua lembaga kini terus berkembang pesat sampai saat ini seiring dengan mulai bertambahnya santri PP Roudlotut Tholibin.
 
Pada tahun 2015 Yayasan Pesantren Roudlotut Tholibin (YASSARO) merintis Sekolah Menengah Kejuruan yang diberi nama SMK Sunan Giri yang fokus dalam bidang otomotif. Tujuan didirikan pendidikan ini adalah untuk memberi peluang kepada santri yang tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi agar jika santri tersebut lulus atau berhenti dari ponpes mempunyai bekal yaitu bisa langsung berwirausaha atau bekerja.

Kedepannya, menurut ketua YASSARO Gus Abdullah Zabut, YASSARO akan fokus mendirikan perguruan tinggi, selain agar para santri bisa melanjutkan jenjang pendidikan formal juga agar para santri tetap melanjutkan kajian kitab kuningnya. Kitab kuning di YASSARO adalah harga mati yang tidak bisa diubah atau dialihkan meskipun hanya beberapa centi. 

Pengasuh
1. KH. Faqih
2. KH. Mushohib
3. KH. Fadhol
4. KH. Ahsan Baqir
5. KH. Bisri
6. KH. Abdul Mujib Abdullah
7. Gus Abdullah Zabut

Pendidikan
Pendidikan Formal
1. MI Roudlotut Tholibin
2. MTs Roudlotut Tholibin
3. MA Roudlotut Tholibin
4. SMK  Sunan Giri
Pendidikan Non formal
1. Tahfidzul Qur’an
2. Madrasah Diniyah
3. Kajian Kitab Kuning

Ekstrakurikuler
Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:
1. Tahfidzul Al-Qur'an
2. Pengajian Kitab Kuning
3. Seni Hadrah/Marawis
4. Paduan Suara
5.Seni Musik
6.Khitobah
7.Kursus Kaligrafi
8. Kursus Komputer
9. Pramuka
10. English Club
11. Mading
12. Wirausaha: Belajar Komputer, Teknik Komputer, Perikanan, Pertanian, Peternakan.


Di depan gurunya santri sedang melakukan Thola'ah kitab



Para santriwaan sedang sholawatan diiringi Hadrah

Fasilitas
Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:
1. Masjid
2. Asrama Pesantren
3. Gedung Sekolah
4. Gudang
5. Perpustakaan
6. MCK/WC
7. Ruang tamu
8. Kopontren
9. Dapur
10. Aula
11. Lapangan
12. Kantor
13. Posko Kesehatan 
 


 Masjid


Asrama Santri

Alamat
Jl. Prof. Dr. Hamka No.54a, Kademangan, Kec. Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur 
Kode Pos: 67225
Telepon: (0336) 424614, 

Untuk Keterangan dan Informasi Pendaftaran silahkan hubungi : https://www.roubinonline.com/

Data pesantren lebih lengkap per propinsi dan kabupaten/kota dapat dicek di wiki.laduni.id/pesantren

Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.

 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.