17 Sep 2020 Β· 2.631 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Saat itu persiapan menuju peringatan Hari Santri Tahun 2016 yang sedianya akan dilaksanakan di Lapangan Banteng hampir seluruhnya selesai. Sampai pada H - 5 tiba-tiba PBNU mengadakan rapat dan Ketua Umum PBNU memutuskan untuk memindahkan acara ke Lapangan Monumen Nasional atau Monas, tepat di jantung Ibukota.
Yang berubah tentu bukan hanya tempat, namun peserta acara atau peserta apel Hari Santri juga berubah. Dari semestinya harus menghadirkan 10.000 orang, naik menjadi 50.000 orang dalam hitungan beberapa hari saja. Sebagai santri, tidak ada satupun kalimat keberatan yang disampaikan panitia, baik dari panitia lokal maupun panitia nasional di PBNU. Bingung iya, namun ragu tidak sedikit pun tersimpan di hati.
Baca juga: Biografi Dr. H. Saefullah., M.Pd
Kemudian bagaimana menyampaikan perihal perubahan ini kepada Sekretaris Daerah Provinsi DKI yang juga Ketua PWNU DKI Jakarta, Saefullah atau yang akra
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+