Pesantren Al-Barokah Putri Kawunganten Cilacap

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
Klaim Pengelola Pesantren Kirim Pesan ke Pengelola Pesantren Daftar Sebagai Alumni
 
Pesantren Al-Barokah Putri Kawunganten Cilacap

Profil 

Pesantren Al-Barokah Putri Kawunganten Cilacap terletak di pinggir sebelah barat sungai Cibereum Desa Kawunganten Lor, Kecamatan Kawunganten. Kala itu, tahun 1992 dua tahun sebelum Abah Syekh Masud wafat, abah Syekh membangun pondasi pesantren putri. Pembangunan fisik berlangsung selama dua tahun. Tepat pada bulan Maret 1994 Abah Syekh Masud wafat dengan meninggalkan warisan bangunan pesantren putri yang masih kosong.

Pada bulan Mei 1994 satu dua orang santri angkatan pertama mulai mengisi bangunan pesantren putri. Konon Abah Syekh Masud trukah membangun pesantren putri diniatkan kelak santri putri menjadi teman Ibu saya. Tanpa terpikirkan oleh kami bahwa Abah akan pergi secepat itu, setelah bangunan pesantren putri berdiri. Meski akhirnya niat itu benar-benar menjadi kenyataan. Santri putri tidak pernah terlalu banyak jumlahnya hanya cukup untuk menjadi teman Ibu saya.

Pesantren putri progresnya sangat lambat. Dari segi fasilitas dan kemajuan lainnya (termasuk karakter santrinya). Mungkin karena memang letak pesantren kami tidak terlalu strategis secara geografi dan ekonomi. Dan masalah yang sering terjadi di pesantren kami adalah menjadi langganan banjir setiap tahun dan kekeringan di setiap musim kemarau. Posisi tanah yang lebih rendah dibanding dataran sekitarnya dan dari permukaan air sungai, menjadikan kami selalu merasakan banjir sendirian.

Menggugah Santri Peduli Lingkungannya

Hikmah banjir tahun 2020 pesantren Al-barokah putri berbenah setelah 26 tahun berdiri. Ketika pada 19 Oktober lalu banjir yang kesekian puluh kali kembali datang mengunjungi kami. Karena ketiadaan dana, dengan inisiatif mandiri kami melakukan penelitian tentang manajemen mitigasi banjir dengan resapan biopori. Resapan biopori menjadi solusi paling sederhana dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.

Masalah sampah yang juga meneror lingkungan kami menjadi perhatian yang terus kita pikirkan solusinya. Sementara untuk mengetuk kepedulian masyarakat sekitar belum mampu kami lakukan misalnya dengan mendirikan bank sampah. Saya mengajak santri putri untuk peduli lingkungannya. Bertanggung jawab atas sampah mereka sendiri.

Meski ini perjuangan yang berat, bagai jalan terjal nan berkelok-kelok. Saya dengan segala keterbatasan yang saya miliki namun ingin berusaha keras menggapai cita-cita sampai titik di mana santri menyadari tanggung jawabnya akan lingkungan pesantrennya. Tak semata manut dawuh, tetapi memahami hakikat dari apa yang didawuhkan tentang pentingnya menjaga kebersihan secara luas, peduli lingkungan.

Mengaji bukanlah sekadar tahu makna kitab kuning. Mengaji bukanlah sekadar menghafal syiiran. Menjaga lingkungan adalah mengaji secara kontekstual. Tujuan santri putri mondok tidak sekadar mengaji untuk menunggu waktunya menikah. Sebab santri putri adalah calon Ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Seorang Ibu yang semestinya punya bekal cukup untuk memberi pengetahuan berharga tentang kehidupan kepada anak-anaknya di dalam keluarga kelak. Seorang Ibu yang semestinya memiliki gairah untuk mempersiapkan tempat yang layak huni bagi anak-anaknya: lingkungan yang bersih. Dan di pesantren, mereka bisa mulai belajar tentang hal tersebut.

Pesantren Al-Barokah putri ibarat baru melangkah satu langkah dalam perubahan, namun bukankah untuk menempuh ribuan langkah kita harus memulai dengan satu langkah? Setidaknya ada niat untuk berubah yang kami ikat dalam doa. Selebihnya Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, kami berpasrah pada proses yang mengiringi langkah kami. Mohon doa kepada semua yang membaca, semoga Allah meridai cita-cita kami: menggugah santri untuk peduli lingkungannya.

Pondok pesantren Al-Barokah Putri dibangun oleh Syekh Masud pada tahun 1992 dan berdiri pada tahun 1994 yang kemudian diwariskan kepada istri beliau: Ibu Nyai Maesaroh Masud, setelah Syekh Masud wafat di tahun tersebut. Ibu Nyai Maesaroh Masud mengasuh santri putri dibantu oleh K. H. Suhud Mawardi (menantu) ditemani oleh Ning Afifah Suhud (putri ketiga) dan Ning Neyla Hamadah (putri terakhir).

Pesantren Al-Barokah Putri memadukan sistem sorogan dan bandongan. Kurikulum pesantren memadukan pembelajaran ilmu alat (Nahwu & Shorof) dan kitab Fikih ditambah pendidikan karakter sebagai pondasi menjadi konsep baru di pesantren Al-Barokah putri yang digagas oleh Ning Neyla Hamadah dengan skema laboratorium sosial.

Pendidikan karakter meliputi peduli lingkungan, peduli literasi dan peduli seni. Konsep itu bertujuan menggugah santri putri untuk peduli lingkungan dengan adanya laboratorium sosial yang terdiri dari kegiatan mengelola sampah, menanam sayur-mayur dan tanaman bunga serta penelitian manajemen mitigasi bencana. Juga adanya perpustakaan sederhana (membaca) dan majalah dinding (menulis) untuk menggugah santri peduli literasi (bahasa dan sastra Indonesia) yang dibuka setiap hari Jumat dan Ahad. Untuk peduli seni didukung dengan kesenian hadroh, seni tari (Tari Rodat, Tari Saman) dan senam.

Pendiri

Syekh Masud ibnu Muhyiddin

Pengasuh

  1. Nyai Maesaroh Mas'ud
  2. K. H. Hazim Mas'ud
  3. K. H. Suhud Mawardi
  4. Nyai Afifah Suhud
  5. Ning Neyla Hamadah

Pendidikan

Pendidikan Formal

  1. MI
  2. MTs
  3. SMP
  4. SMA
    (yayasan berbeda)

Pendidikan Non-Formal

  1. Madrasah Diniyah
  2. Simakan Al-Qur'an

Ekstrakurikuler

  1. Kajian Kitab Kuning
  2. Laboratorium Sosial
  3. Tahlil
  4. Imamah
  5. Khitobah
  6. Muhadlarah
  7. Hadroh
  8. Entrepreneur
  9. Seni tari
  10. Senam
  11. Bulu tangkis


Kajian kitab santri putri di Pesantren Al-Barokah Putri


Praktek pertanian dan perkebunan di Laboratorium sosial Pesantren Al-Barokah Putri

Fasilitas

  1. Asrama pesantren
  2. Aula (belum memiliki musala yang representatif)
  3. Dapur sementara (belum ada dana pembangunan dapur yang layak)
  4. Pojok perpustakaan
  5. MCK/WC
  6. Toko/koperasi
  7. Kantin


Gedung Pesantren di Pesantren Al-Barokah 


Laboratorium sosial tempat praktek pertanian dan perkebunan di Pesantren Al-Barokah 

Alamat dan Kontak

Jika ada dermawan pembaca Laduni.id yang mau berdonasi kepada Pesantren Al-Barokah Putri Kawunganten dalam rangka ikut mendukung pembangunan fisik maupun mendukung cita-cita Pesantren Al-Barokah Putri Kawunganten, bisa disampaikan melalui Laduni.id ataupun langsung kontak alamat dan nomor telepon berikut.

Alamat: Jl. Kauman Lama Kawunganten Lor, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah
Kode Pos:  53253
Telepon: (0282) 611 663, WA 085 227 833 487

***

 

Data pesantren lebih lengkap per propinsi dan kabupaten/kota dapat dicek di wiki.laduni.id/pesantren
Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.

KUNJUNGI JUGA

 

 

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 
 

Pertanyaan Pengunjung

  • Belum ada pertanyaan untuk lembaga ini.