29 Dec 2020 Β· 2.828 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Nama Gus Dur atau Abdurrahman Wahid tak muncul dalam deretan sastrawan Indonesia, sebagaimana karibnya; Gus Mus atau Musthafa Bisri, atau Ahmad Tohari. Ini mungkin hanya soal waktu belaka atau soal pilihan apa yang paling mendesak bagi Gus Dur untuk segera diselesaikan pada hari-harinya yang padat itu. Hasratnya untuk menulis novel terus terpendam dalam palung hatinya.
Greg Barton, penulis Biografi Gus Dur, menginformasikan kepada kita tentang pikiran-pikiran Gus Dur yang memukau, dekonstruktif dan melompat atau melampaui. Ia tak hendak terbelenggu dalam terma baku sastra formalistik yang acap kali kering-kerontang dari ruh transenden.
Gus Dur mengatakan: “Kehidupan kita juga tidak hanya diarahkan oleh kepastian-kepastian kebenaran ideologis, kebenaran yang formal. Kita juga ternyata memerluka
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+