08 Jan 2021 · 5.861 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Kata orang dulu, melaksanakan acara tasyakkuran berbentuk tumpengan bukan hanya merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT Yang Maha Kasih. Lebih dari itu, tumpengan juga merupakan tradisi yang menjadi sarana merekatkan kembali ikatan sosial yang sempat renggang.
Sudah biasa kita temui dalam masyarakat desa yang aktivitas kesehariannya bekerja di sawah atau kebun, sering mengalami gesekan-gesekan antarwarga masyarakat. Entah itu disebabkan oleh hal-hal remeh, seperti rebutan air untuk pengairan sawah, mengambil hak orang lain, dan berbagai persoalan yang kadang membikin ikatan sosial menjadi renggang.
Melalui adanya kegiatan tumpengan itulah, masyarakat desa mulai kembali dipersatukan dalam sebuah ritual ikatan sosial, makan bersama-sama dalam satu tempat, bertegur sapa dan ramah tamah lainnya.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+