Tumpengan: Tradisi Petani untuk Merekatkan Ikatan Sosial
LADUNI.ID, Jakarta - Kata orang dulu, melaksanakan acara tasyakkuran berbentuk tumpengan bukan hanya merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah SWT Yang Maha Kasih. Lebih dari itu, tumpengan juga merupakan tradisi yang menjadi sarana merekatkan kembali ikatan sosial yang sempat renggang.
Sudah biasa kita temui dalam masyarakat desa yang aktivitas kesehariannya bekerja di sawah atau kebun, sering mengalami gesekan-gesekan antarwarga masyarakat. Entah itu disebabkan oleh hal-hal remeh, seperti rebutan air untuk pengairan sawah, mengambil hak orang lain, dan berbagai persoalan yang kadang membikin ikatan sosial menjadi renggang.
Melalui adanya kegiatan tumpengan itulah, masyarakat desa mulai kembali dipersatukan dalam sebuah ritual ikatan sosial, makan bersama-sama dalam satu tempat, bertegur sapa dan ramah tamah lainnya.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp25.900
Rp628.000
Rp479.000
Rp95.000
Memuat Komentar ...