Biografi Al Aswad bin Yazid Ibnu Qois An Nakho'i

 
Biografi Al Aswad bin Yazid Ibnu Qois An Nakho'i
Sumber Gambar: Foto istimewa

Laduni.ID, Jakarta - Al Aswad bin Yazid Ibnu Qois An Nakho'i adalah seorang zuhud yang shawwam yaitu ahli berpuasa), qawwam yaitu banyak shalat malamnya, dan hajjaj yaitu banyak hajinya, julukan beliau Abu Amr an-Nakha’iy al-Kufi.

Contents

Baca Juga :    Biografi Urwah bin az-Zubair

Riwayat Hidup

Keluarga

Beliau saudara kandung Abdurrahman bin Yazid, salah seorang tabi’in. Beliau juga adalah paman dari Ibrahim an-Nakha’iy yang juga salah seorang tabi’in dan semua keluarganya tinggal dalam satu rumah yang ditempati para ulama. Mereka diberikan apresiasi sebagai orang-orang yang bekerja keras karena taat kepada Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menjalankan ibadah haji.

Wafat

Beliau wafat pada tahun 75 H.

Pendidikan

Beliau belajar dari para sahabat dan memiliki kesempatan meriwayatkan hadits, antara lain dari:

  1. Abdullah bin Mas'ud
  2. Muadz bin Jabal ra 
  3. Ummul Mukminin Aisyah ra
  4. Bilal bin Rabah ra

Penerus

Dari Aswad bin Yazid banyak ulama yang meriwayatkan hadits, antara lain:

  1. Abdurrahman (anak)
  2. Ibrahim bin Yazid An Nakho'i (anak)
  3. Aamir bin Syurahbil
  4. Al Hasan Albashry
  5. Imam asy-Sya’biy seorang hakim terpercaya

Baca Juga :    Biografi Abdullah bin Abdullah bin Mas'ud

Teladan

Banyak teladan beliau, antara lain:

Tingkatan Keulamaan

Para rawi selalu menyandingkan nama Aswad bin Yazid dengan Masruq bin al-Ajda’. Mereka mengatakan:” Sesungguhnya Aswad bin Yazid sebanding dengan Masruq bin al-Ajda’ dalam hal keagungan, ilmu, ketsiqahan, dan umur.

Banyak Berpuasa

Asy-Sya’bi pernah ditanya mengenai Aswad bin Yazid, ia berkata “Sesungguhnya ia (Aswad bin Yazid) adalah shawwam (banyak berpuasa), qawwam (banyak shalat malam) dan hajjaj (banyak berhaji).

Dikisahkan bahwa Aswad bin Yazid sangat sering berpuasa hingga tubuhnya kurus dan lidahnya hitam karena mengering. Namun ia senantiasa membaca Al-Quran untuk membuat lisannya basah dengan firman-firman Allah Swt.

Di bulan-bulan biasa, Aswad bin Yazid selalu mengkhatamkan Al-Quran sekali dalam seminggu. Sedangkan di bulan Ramadhan ia semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas bacaannya, ia mampu mengkhatamkan Al-Quran hanya dalam waktu dua hari.

Selain berpuasa dan membaca Al-Quran, Aswad bin Yazid juga sering berhaji. Ia telah berangkat ke baitullah sebanyak 80 kali, baik untuk berhaji maupun umrah. Selama hidupnya, Aswad bin Yazid banyak beribadah dan menyedikitkan tidur, waktu tidurnya hanya antara magrib dan Isya.

Ia berpuasa sepanjang tahun sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW: ”Tidaklah disebut orang berpuasa ketika seseorang melakukan puasanya selamanya. Karena puasa tiga hari disetiap bulannya sama pahalanya dengan puasa sepanjang tahun semuanya.”(HR. Bukhari, No.495; dan Imam Muslim, No.1159).

Lisannya mengering karena banyak berpuasa, lalu dibasahi dengan bacaan al-Qur’an. Wajahnya berseri dengan kesabaran dan ketaatan. Semoga Allah merahmati Aswad bin Yazid, guru bagi orang-orang yang zuhud, dan salah satu dari kedelapan tokoh zuhud. Kisah perjalanan hidupnya dipenuhi puasa, shalat malam, dan haji.


Baca Juga :    Biografi Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani

Banyak Berhaji

Beliau adalah shawwam (banyak berpuasa), qawwam (banyak shalat malamnya), hajjaj (banyak hajinya).(Asy-Sya’bi Rah.a)

Aswad bin Yazid dikenal banyak menunaikan ibadah haji. Menurut beberapa ahli sejarah, kunjungannya ke Baitullah lebih dari 80 kali baik untuk melaksanakan haji maupun umrah. Ia juga banyak berpuasa dan shalat. Ia selalu ingin dekat dengan Rasulullah SAW. Aswad bin Yazid berasal dari keluarga berilmu. Ia selalu dekat dengan al-Qur’an, dengan mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadhan setiap dua malam sekali. Pada selain Ramadhan ia mengkhatamkannya setiap enam hari

Selalu Shalat Tepat Waktu

Aswad bin Yazid senantiasa mendirikan shalat pada saat waktunya datang. Ia menambatkan untanya meskipun pada batu lalu mendirikan shalat, sebagai implementasi dari firman Allah:” (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS.Luqman:4-5).

Hafal dan Rutin Membaca Qur'an

Beliau hapal al-Qur’an dan membacanya pagi dan petang hari, sangat mengharapkan keutamaan dan pahala dari Allah SWT, mengharapkan perniagaan yang tak akan rugi selamanya. Sebagai wujud dari firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”(QS. Fathir:29-30)

Para ahli sejarah memberikan apresiasi pada Aswad bin Yazid sebagai hamba Allah yang khusyu. Mereka mengatakan,”Ia adalah seorang pembaca yang banyak mendirikan shalat, pejalan yang banyak berpuasa, ahli fiqih yang peka dan seorang fakir yang tertahan (pemenuhan kebutuhannya)

Bukan berarti shalat dan ijtihad yang menjadi konsentrasinya menjadikannya melalaikan kewajiban agama lainnya. Ia juga memberikan perhatian pada kewajiban-kewajiban agamanya serta hak-haknya. Ia sering berpuasa hingga warna bibirnya menjadi hitam pecah karena sangat kering. Ia bersusah payah dalam berpuasa sehingga tubuhnya berona hijau karena sangat kering, kedua matanya cekung, lemah dan sakit.


Baca Juga :   Biografi Said bin Musayab


Sumber:

  • Grafis Sanad Keilmuan Nahdlatul Ulama
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya