Biografi Al Qamah bin Qalis An Nakho'i

 
Biografi Al Qamah bin Qalis An Nakho'i
Sumber Gambar: Foto istimewa

LADUNI.ID Jakarta – Alqamah bin Qais an-Nakha'i memiliki nama lengkap Abu Syibli 'Alqamah bin Qais bin 'Abdullah bin Malik an-Nakha'i al-Kufi, adalah seorang tabi'in senior, ahli fiqih, qari', ulama, imam yang hafizh, dermawan, mujtahid, dan ahli tafsir yang ternama dari Kufah.

Contents

Baca Juga :   Biografi Masruq bin Ajda Alhamadani

Riwayat Hidup

Lahir

Beliau diperkirakan lahir tidak lama sebelum wafatnya Nabi Muhammad.

Keluarga

Beliau adalah paman dari Al-Aswad bin Yazid, saudara Abdurrahman, paman dari ahli fiqh dari Irak, Ibrahim An-Nakha’i.

Wafat

Beliau wafat pada tahun 61H atau 680M di Kufah pada usia 90 tahun.

Baca Juga :   Biografi Al Aswad bin Yazid Ibnu Qois An Nakho'i

Pendidikan

Beliau adalah salah seorang murid terkemuka dari Abdullah bin Mas'ud. Beliau tidak memiliki anak.

Penerus

Banyak para imam yang belajar darinya, diantaranya:

  1. Aamir bin Syurahbil    
  2. Al Hasan Albashry       
  3. Ibrahim bin Yazid An Nakho'i


Baca Juga :   Biografi Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar

Teladan

Periwayat Hadits

Beliau meriwayatkan hadits antara lain dari Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, dan Aisyah.

Ulama Alim yang Terpercaya

Alqamah termasuk dalam majelis Ibnu Mas'ud, yang menyampaikan dan mengajarkan hadits kepada para sahabat Nabi dan khalayak lainnya. Menurut Tahdzib at-Tahdzib dan Tarikh Baghdad, disebutkan bahwa 'Alqamah bersifat cerdas, tsiqah (riwayatnya tepercaya), warak (taat beribadah), bacaan Al-Qur'annya merdu, serta berperilaku baik. Beliau begitu diakui keilmuannya, hingga bahkan beberapa sahabat Nabi pun meminta fatwa kepadanya.

Ibnu al-Madini berkata, “Tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat yang mempunyai sahabat-sahabat yang hafal darinya dan melaksanakan perkataannya dalam fiqh kecuali tiga orang, yaitu Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, dan Ibnu Abbas. Sedangkan orang yang paling tahu tentang Ibnu Mas’ud adalah Al-Qamah, Al-Aswad, Abidah, dan Al-Harits.”

Tingkatan Keulamaan

Dia juga disejajarkan dengan Ibnu Mas’ud dalam memberikan petunjuk, bimbingan, penjelasan, dan kepribadiannya. Murid-muridnya dan beberapa orang sahabat sering bertanya kepadanya dan belajar fiqh darinya.

Diriwayatkan dari Ibrahim, bahwa dia berkata, “Abdullah bin Mas’ud diberi gelar Al-Qamah Abu Syibil, dan Al-qamah pria mandul dan sehingga tidak mempunyai keturunan”.

Diriwayatkan dari Umarah bin Umair, ia berkata, “Abu Ma’mar berkata kepada kami, tunjukkan kepada kami orang yang paling serupa dengan Abdullah dalam petunjuk, penjelasan dan kepribadian !” kami lalu berjalan bersamanya hingga kami duduk di hadapan Al-Qamah.”

Ibrahim meriwayatkan dari Alqamah, bahwa ketika dia datang ke Syam, lalu masuk masjid Damaskus, dia berdoa, “Ya Allah, berilah kami rezki seorang teman yang shalih”. Dia lalu datang dan duduk di depan Abu Ad-Darda’ lantas berkata, “Dari mana kamu?” alqamah menjawab “Dari Kufah”. Abu Ad-Darda’ berkata bagaimana menurutmu ketika kamu mendengar Ibnu Ummu Abd, membaca firman Allah, “Walaili idzaa yaghsyaa”.

Diriwayatkan dari Muhammad, dia berkata, “Sahabat-sahabat Abdullah ada lima yang semuanya cacat, mereka adalah Abidah yang buta, Masruq yang bungkuk, Alqamah yang pincang, Syuraih yang botak, dan Al Harits yang buta.”

Ibrahim berkata, “Alqamah menhatamkan al-Qur’an setiap lima hari sekali”.

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Yazid, bahwa kami pernah bertanya kepada Alqamah, ‘Bagaimana seandinya kamu ditanya ketika engkau selesai shalat di masjid lalu kami duduk bersamamu?’ Dia menjawab, ‘Aku sebenarnya tidak suka dipanggil, ‘Ini Alqamah’.’

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Yazid, bahwa Abdullah berkata, “Aku tidak membaca sesuatu atau mengetahui sesuatu kecuali Alqamah telah membacanya atau mengetahuinya.”

Diriwayatkan dari Qabus bin Abu Dzabyan, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ayahku, ‘Untuk apa kamu datang menemui alqamah dan memanggil para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ?’ dia menjawab, ‘Aku melihat beberapa orang sahabat Nabi bertanya kepada Alqamah dan meminta fatwa darinya’.”

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Yazid, dia berkata, “Ketika ada yang berkata kepada Ibnu Mas’ud, ‘Alqamah bukanlah orang yang paling bagus bacaannya di antara kami’. Ibnu Mas’ud pun berkata, ‘Tidak, demi Allah, dia Qari’ kalian yang terbaik’.”

Baca Juga :   Biografi Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab

Sumber:

  • Grafis Sanad Keilmuan Nahdlatul Ulama
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya