Biografi Ibnu Syihab Azzuhri

 
Biografi Ibnu Syihab Azzuhri
Sumber Gambar: Foto istimewa

LADUNI.ID Jakarta – Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdillah bin Syihab bin Abdullah bin al-Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah, seorang penghafal hadis dan menjadi rujukan ilmu pada zamannya. Ibnu Syihab Azzuhri tinggal di Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam. Selama delapan tahun Ibnu Syihab Azzuhri tinggal bersama Sa’id bin al-Musayyab di sebuah desa bernama Sya’bad di pinggir Syam.

Contents

Baca Juga :  Biografi Abu Zinaad

Riwayat Hidup

Lahir

Ada perbedaan pendapat tentang kapan beliau dilahirkan. Dahim dan Ahmad bin Shalih berpendapat bahwa Ibnu Syihab Azzuhri dilahirkan pada tahun 50 H. Khalifah bin Khiyath mengatakan, beliau dilahirkan tahun 51 H, ada juga yang berpendapat bahwa beliau lahir pada tahun 56 dan 58 H. Nasab beliau tersambung dengan nasab ayah Nabi Muhammad saw yakni Abdullah. Jika dirunut, nasab Nabi Muhammad dan Ibnu Syihab Azzuhri bertemu pada nama Kilab bin Murrah. Nasab Nabi Muhammad saw: Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murrah. Sedangkan, nasab Ibnu Syihab Azzuhri: Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdillah bin Syihab bin Abdullah bin al-Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Qushayy dan Zuhrah merupakan anak dari Kilab bin Murrah.

Wafat

Ibnu Syihab Azzuhri meninggal pada tahun 124 H, beliau berumur 75 tahun sebagaimana pendapat Al Waqidi beliau meninggal pada tanggal 17 Ramadhan pada tahun tersebut di Syi`ib Zabad, sebuah daerah di Syam.

Periwayatan Hadis

Ibnu Syihab Azzuhri meriwayatkan hadis bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat-riwayat yang mursal dari Ubadah bin ash-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa lainnya. Imam bukhari berpendapat bahwa sanad Azzuhri yang paling shahih adalah Azzuhri, dari Salim, dari ayahnya. Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling shahih adalah Azzuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali bin Abi Thalib).” Dan dikenal sebagai orang yang pertama membukukan hadis dan ahli fiqih besar dalam dunia islam. Konon ceritanya, Ibnu Syihab Azzuhri telah menghafal hadis kurang lebih dua ribu dua ratus hadis.

Baca Juga :   Biografi Nafi' Maula Abdullah bin Umar

Pendidikan dan Sanad Keilmuan

Ibnu Syihab Azzuhri banyak belajar dari para sahabat. Beliau juga meriwayatkan hadis dari Anas bin Malik, Said bin al-Musayyib, Alqamah bin Waqash, Katsir bin ‘Abas, ‘Ali bin al Husain, Urwah bin az-Zubair, Abu Idris Al-Kaulani, Abdul Malik bin Marwan, Salim bin Abdullah, Muhammad bin Nu`man bin Basyir, Abu Salamah bin Abdurrahman, dan yang lainnya.

Penerus

Adapun yang pernah mengenyam pendidikan dari beliau di antaranya adalah Imam Malik, al-Laits, Ibnu Abi Dza`ab, Sufyan bin `Uyaynah dan Sufyan ats-Tsauri, Zaid bin Aslam, Yahya bin Sa`id al-Anshari, dan Atha` bin Abi Rabah, meskipun dia lebih tua dari Azzuhri dan meninggal dunia dua puluh tahun lebih dulu sebelum beliau meninggal.

Baca Juga :   Biografi Yahya bin Said

Teladan

Diantara hal yang membedakan Ibnu Syihab Azzuhri dengan para tabi’in lainnya adalah kekuatan hafalannya. Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Ibnu Hisyam bin Malik meminta Azzuhri mendiktekan kepada anak-anaknya, maka beliau memanggil seorang penulis untuk mencatat hadits yang akan didi’tekannya, dan beliau mendi’tekan sebanyak 400 hadis. Kemudian Ibnu Hisyam berkata kepadanya, “Sesungguhnya buku ini telah hilang.” Maka beliau memanggil seorang penulis untuk mencatat hadits yang akan diberikan oleh beliau, dan beliau memberikan sejumlah hadits yang sama dengan catatan pertama (sebanyak 400 hadis). Setelah itu maka Ibnu Syihab membandingkan buku catatan yang kedua dengan buku catatan yang pertama, ternyata tidak ada satu huruf pun yang terlewatkan atau kelebihan. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa beliau menaruh sebuah baskom untuk mencuci tangan di hadapannya, lalu beliau membaca hadits, dimana tangan beliau tetap berada pada baskom sampai terbit fajar. Beliau juga termasuk orang yang pertama kali yang menyusun ilmu secara sistematis.

Ja`far bin Rabi`ah pernah bertanya kepada al-Ara bin Malik, “Siapakah orang yang paling faqih dari penduduk Madinah?” Dia menjawab: “Kalau orang yang paling alim terhadap keputusan-keputusan Rasulullah Saw, keputusan Abu Bakar, Keputusan Umar dan Utsman, dan yang paling faqih dalam masalah fiqih dan yang paling alim dengan urusan manusia yang telah lalu, dialah Sa`id bin al-Musayyib. Adapun orang yang paling banyak haditsnya, dialah Urwah bin az-Zubair.” Al-Ara berkata, “Maka adapun yang paling alim semuanya menurutku adalah Ibnu Syihab, beliau mengumpulkan seluruh ilmu yang ada pada mereka ke dalam ilmu beliau.” Suatu ketika Umar bin Abdul `Aziz bertanya: “Apakah kalian mau berjumpa dengan Ibnu Syihab?” Mereka menjawab : “Kami akan melakukannya.” Umar berkata: “Temuilah dia, karena sesungguhnya tidak ada yang tersisa saat ini orang yang lebih tahu tentang Sunnah Rasulullah Saw daripadanya.”

Al-Laits ikut berkomentar tentang gurunya itu, “Aku belum pernah melihat seorang ulama yang lebih spesialis daripada Azzuhri. Jika dia berbicara tentang keutamaan dalam ibadah, maka kamu akan berkata, “Tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.” Ketika dia berbicara tentang nasab orang Arab dan A’jam, maka kamu akan berkata, “Tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.” Ketika dia berbicara tentang al-Qur’an dan Sunnah, kamu juga akan mengatakan hal yang sama, tidak ada yang lebih baik penjelasannya dari dia.” Abu Hatim berkata, “Orang yang paling tinggi ilmunya diantara para sahabat Anas bin Malik adalah Azzuhri.” Hafalan beliau banyak diakui oleh para ulama Hadits terkemuka. Ali bin al-Madani berkata, “Azzuhri mempunyai sekitar 2000 Hadis.” Dan Abu Dawud mengatakan “Haditsnya 2200 hadis, setengahnya hadits musnad. Dan Azzuhri sendiri pernah mengatakan, “Tidak ada satu hadis pun yang saya lupa dan saya ragu kecuali satu hadits, maka saya bertanya kepada sahabat saya tentang hadits tersebut, maka ternyata ia sebagaimana yang saya hafal.”

Salah satu murid Azzuhri, Amru bin Dinar pernah memuji gurunya tersebut, “Tidaklah saya melihat orang yang paling teliti terhadap Hadits dari pada Azzuhri, dan tidak ada dinar dan dirham yang paling hina kecuali di sisi beliau, tidaklah dinar dan dirham di sisi beliau kecuali bagaikan kotoran hewan saja.” Pujian ini juga diamini oleh Imam Ahmad, beliau mengatakan, “Orang yang paling baik hadits dan isnadnya adalah Azzuhri.” Umar bin Abdul Aziz berkata, “Wajib bagi kalian mengikuti Ibnu Syihab, karena tidak ada seorang pun yang lebih tahu tentang sunnah terdahulu daripada beliau.”

Shalih bin Kisan mengatakan, “Aku menuntut ilmu bersama Azzuhri, dia berkata: mari kita tulis apa yang berasal dari Nabi saw, pada kesempatan yang lain dia berkata pula: “Mari kita tulis apa yang berasal dari Sahabat,” dia menulis dan aku tidak. Akhirnya dia berhasil dan aku gagal.” Asy-Syafi’i berkata: “Berkata Ibnu ‘Uyainah: “Suatu hari Azzuhri berbicara suatu hadits, maka saya berkata, “Coba sebutkan hadis itu tanpa isnad.” Beliau manjawab, “Apakah engkau hendak naik ke loteng tanpa melalui tangga.”

Baca Juga :    Biografi Rabi'ah Ar-Ra'yi

Sumber: 1. https://nahdlatululama.id/blog/2018/02/02/ibnu-syihab-az-zuhri-2/ 
               2. Kitab al-Imam Azzuhri: Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Abdillah bin Syihab ‘Alim al-Hijaz wa asy-Syam karya Muhammad Muhammad Hasan Syurrab, hlm 85.

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya