Agar Puasa Ramadhan Menghasilkan Cahaya

 
Agar Puasa Ramadhan Menghasilkan Cahaya
Sumber Gambar: Foto (ist)

Laduni.ID Jakarta - Tidak terasa Ramadhan sudah memasuki pertengahan. Dalam menjalankan ibadah puasa seharusnya memperbanyak amalan amalan yang telah dianjurkan. Agar puasa Ramadhan menghasilkan cahaya dan meperlemahkan hawa nafsu.

Bahwa hakikat puasa adalah bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja melainkan Allah Swt telah mensyariatkan ibadah puasa untuk menghasilkan ketaqwaan.|

Baca Juga: Tips Mengatasi Pusing Saat Berpuasa

Oleh karenanya jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa mendapatkan keutamaan dari bulan Ramadhan tahun ini.

Berkata sebagian arifin,

الصوم بقدر ما يكون تجويعا للبطن فانه يكون غذاء للروح

Besarnya makanan bagi ruh sesuai kadar kosongnya perut seseorang. Semakin lapar perut seseorang ketika berpuasa semakin besar cahaya yang masuk ke dalam ruhnya.

Baca Juga: Cara Mencegah Bau Mulut Pada Waktu Berpuasa

Al-Imam Al-Habib Abdullah Al-Haddad berkata

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺤﺪﺍﺩ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ: ﻭﻣﻦ ﺁﺩﺍﺏ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ، ﻭﻻ ﻳﻜﺜﺮ ﺍﻷﻛﻞ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ، ﻭﻟﻴﻘﺘﺼﺪ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﺪ ﻣﺲ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻭﺍﻟﻌﻄﺶ ؛ ﻓﺘﺘﻬﺬﺏ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺗﻀﻌﻒ ﺷﻬﻮﺗﻪ ، ﻭﻳﺴﺘﻨﻴﺮ ﻗﻠﺒﻪ ...ﻭﺫﻟﻚ ﺳﺮ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻭﻣﻘﺼﻮﺩﻩ (ﺍﻟﻨﺼﺎﺋﺢ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﺹ 138)

"Diantara adab-adabnya orang yang berpuasa, hendaknya ia tidak memperbanyak tidur di siang hari dan tidak memperbanyak makan di malam hari. Hendaknya ia bersikap wajar saja akan hal tersebut, sehingga ia tetap merasakan rasa lapar dan dahaga (di siang harinya karena tidak banyak tidur, dan di malam harinya mampu berjaga karena tidak terlalu kenyang). Dengan demikian jiwanya akan bersih, nafsu syahwatnya akan melemah dan hatinya akan bercahaya. Inilah rahasia dan tujuan dari ibadah puasa"

Berkata Jalaluddin Rumi, "Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa, Api nya akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu. Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab. Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan di dalam hasratmu".
 

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan tiga tingkatan dalam berpuasa.

1. Tingkatan pertama, adalah menahan makan dan minum dan menjaga kemaluan dari godaan syahwat.

2. Tingkatan kedua, selain menahan makan dan minum serta syahwat juga menahan pendengaran, pandangan, ucapan, tangan dan kaki dari segala macam bentuk dosa.

3. Tingkatan ketiga, menjaga pandangan hati agar senantiasa memandang Allah dan tidak terbersit kepada selainNya.

Baca Juga: Kiat Puasa Agar Tidak Hanya Mendapatkan Lapar dan Dahaga

Bulan puasa adalah bulan riyadhoh.Kata Abah Guru Sekumpul, "Arti riyadhoh itu tarkul manam (meninggalkan tidur), tarkul anam (meninggalkan manusia, uzlah), tarkul tho'am ( meninggalkan makanan, lapar), tarkul kalam (meninggalkan berbicara, banyak diam)".