18 May 2021 Β· 2.115 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID Jakarta - Kemarin malam aku kedatangan serombongan tamu, laki-laki dan perempuan, dalam rangka silaturrahim. Diantara mereka aku melihat seorang pemuda yang wajahnya aku kenal. Dia mengaku berasal dari daerah Lubuklinggau. Sumatera Selatan, tetapi lama tinggal di Jawa dan mesantren di Jawa Timur. Dia seorang budayawan muda sekaligus peminat tarekat dan sastra. Konon dia tengah menulis buku sejarah Tarekat-tarejat di Indonesia.
Baca Juga: KH. Husein Muhammad: Ketidaktahuan, Akar Intoleran
Sesudah ramah tamah dan celoteh ringan dengan semua, perbincangan berlangsung antara aku dan dia. Tamu yang lain menjadi pendengar yang baik. Aku bicara tentang geneologi keilmuan masyarakat pesantren. Dia menyebutnya "Sanad". Ini khas model keilmuan Pesantren. Aku menyebutnya khas masyarakat tradisional.
Lalu bicara soal Islam masuk ke Indonesia berikut fase-fasenya. Gus Dur menyebutnya
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+