Biografi Al Mas'udi

 
Biografi Al Mas'udi
Sumber Gambar: Foto istimewa

LADUNI.ID Jakarta – Nama lengkap Abu al-Hasan bin Ali bin al-Husein bin Ali bin Abdullah al-Mas’udi al-Hadzli. Dia merupakan ulama pakar sejarah, bahkan termasuk salah satu sejarawan paling terkenal yang dimiliki umat Islam dan bangsa Arab. Para sejarawan Barat menyebutnya dengan gelar “Hadratus al-‘Arab” penjelajah Muslim tersohor abad 10 M.

Contents

Riwayat Hidup

Lahir

Lahir pada tahun 283 H/895 M.

Wafat

Wafat di kota Fustat (ibu kota lama Mesir era Islam) pada tahun 346 H/957 M.

Baca Juga :   Biografi Qosim bin Muhammad bin Abi Bakar

Pendidikan dan Sanad Keilmuan

Sebelum menjadi seorang ulama terkemuka, Al-Mas'udi adalah seorang murid dari sejumlah tokoh intelektual Irak kenamaan. Ia sempat berguru pada para filologi, seperti Al-Zajjaj, Ibnu Duraid, Niftawaih, dan Ibnu Anbari. Selain itu, dia juga sempat menimba ilmu pada Kashajim yang ditemuinya di Aleppo.

Al-Mas'udi juga menyukai filsafat. Buku-buku filsafat karya filosof terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Kindi, Aristoteles, Al-Farbi, dan Plato dilahapnya setiap hari. Ia pun mencatat dalam bukunya tentang pertemuannya dengan Yahya Ibnu Adi, seorang murid sang legenda: Al-Farabi. Al-Mas'udi sangat akrab dengan karya-karya kedokteran yang ditulis Galen. Ia juga suka sekali membaca karya Ptolemous tentang astronomi serta buah pikir Marinus tentang geografi. Al-Mas'udi pun tak lupa mempelajari hasil karya para astronom dan geografer Muslim terkemuka.

Al-Mas’udi juga sempat mempelajari ilmu hukum. Salah satu kebiasaannya adalah kerap menemui para ahli hukum berpengaruh dan tak lupa mempelajari hasil karyanya. Al-Subkhi menyatakan, Al-Mas'udi merupakan salah seorang murid Ibnu Suraij ulama terkemuka dari Sekolah Shafi'ie. Setiap mengunjungi sebuah negara, ia selalu menemui para ulama dan ilmuwan terkemuka di wilayah itu.

Dia berguru kepada sejumlah ulama besar lainnya. Ketika di Hammah ia berguru kepada Syaikh Asy-Syuyukh bin Izzun, dan ketika di Damaskus ia berguru kepada Abi Al-Yasr, Ibnu ‘Ilaq Ad-Dimasyqi, dan lain-lain, ketika di Kairo ia berguru kepada Taqiyuddin bin Razim, Jamaluddin bin Malik dan Rasyid Al-Athar. Guru-gurunya:

  1. Imam Abu Ibrahim Ismail bin Yahya Al Muzani
  2. Abu Daud
  3. Al Hafidh Ad Darimi
  4. Ibnu Abid Dunya
  5. Abu Abdillah Al Marwazi
  6. Imam Abu Ja'far At-Tirmidzi
  7. Imam an-Nasa’i
  8. Junaid Al Baghdadi
  9. Al-Zajjaj
  10. Ibnu Duraid
  11. Niftawaih
  12. Ibnu Anbari
  13. Kashajim
  14. Syaikh Asy-Syuyukh bin Izzun
  15. Abi Al-Yasr
  16. Ibnu ‘Ilaq Ad-Dimasyqi
  17. Taqiyuddin bin Razim
  18. Jamaluddin bin Malik
  19. Rasyid Al-Athar

Baca Juga :   Biografi Urwah bin az-Zubair

Penerus

  1. Abu al-Walid Ismail bin Umar
  2. Qadi Al Baqilani
  3. Ibnul Mahamili
  4. Mahmud Subukthukin
  5. Abu Muhammad Al Juwaini
  6. Al Mawardi
  7. Ahmad bin Husein Al Baihaqi
  8. Qadli Al Marwazi
  9. Imam Al Qusyairi
  10. Abu Ishaq As Syirazi
  11. Imam Al Haramain
  12. Al Karmani

Pengaruh

Kapasitas keilmuwan Al-Mas'udi tak hanya diakui di dunia Islam. Peradaban Barat pun mengakui karya dan dedikasi sang sejarawan dalam pengembangan studi sejarah. Salah satu bentuk pengakuan masyarakat Barat terhadap Al-Mas'udi adalah dengan diterjemahkannya kitab Muruj Adh-Dhahab Wa Ma'adin Al-Jawahir ke dalam bahasa Prancis oleh Societa Asiatique sebanyak sembilan volume pada 1861 M hingga 1877 M.

Seabad kemudian, buah karya Al-Mas'udi direvisi Charles Pellat. Buku itu kemudian diterbitkan dalam lima volume oleh Universitas Libanon, Beirut. Selain itu, Pellat juga merevisi terjemahan buku itu dalam bahasa Prancis. Di tahun 1989, dua penulis bernama Paul Lunde dan Caroline Stone menerjemahkan Muruj Adh-Dhahab Wa Ma'adin Al-Jawahir ke dalam bahasa Inggris.

Menurut Ahmad Shboul, penerjemahan buku Al-Mas'udi ke dalam bahasa Prancis telah memberi pengaruh bagi intelektual Eropa. Tak heran, jika Al-Mas'udi dikenal dan mendapat tempat terhormat dalam peradaban Barat. E Renan, misalnya, membandingkan Al-Mas'udi dengan penulis Yunani di abad ke-2 M, yakni Pausanius. Ilmuwan Barat lainnya kerap membandingkan Al-Mas'udi dengan penulis dari Romawi bernama Pliny. Sebelum karya Al-Mas'udi diterjemahkan ke dalam bahasa yang digunakan di Eropa, para orientalis kerap membandingkan Al-Mas'udi dengan Herodotus, "Bapak Sejarah" dari Yunani. Menurut Shboul, perbandingan itu sungguh sangat menarik dan membuktikan Al-Mas'udi memiliki pengaruh yang besar terhadap peradaban Barat.

Baca Juga :   Biografi Abdullah bin Abdullah bin Mas'ud   

Karya

  1. Zakha'ir al-Ulum wa Ma Kana fi Sa'ir ad Duhur (Khazanah Ilmu pada Setiap Kurun)
  2. Al-Istizhar Lima Marra fi Salif al-A'mar tentang peristiwaperistiwa masa lalu. Buku ini dan buku di atas telah diterbitkan kembali di Najaf pada tahun 1955.
  3. Tarikh al-Akhbar al-Umam min al-Arab wa al'Ajam (sejarah Bangsa Arab dan Persia).
  4. Akhbar az-Zaman wa Man Abadahu al-Hidsan min al-Umam alMadiyan wa al-Ajyal al-Haliyah wa al-Mamalik al-Dasirah.
  5. Al-Ausat, berisi kronologi sejarah Umum.
  6. Muruj az-Zahab wa Ma'adin al-Jawahir (Padang Rumput Emas dan Tambang Batu Permata) disusun tahun 947 M.
  7. At-Tanbih wa al-Israf (Indikasi dan Revisi) ditulis tahun 956.
  8. Al-Qadaya wa at-Tajarib (Peristiwa dan Pengalaman).
  9. Mazahir al-Akhbar wa Tara'if al-Asar (Fenomena dan Peninggalan Sejarah).
  10. As-Safwah fi al-Imamah (tentang Kepemimpinan).

Sumber:

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya