02 Jun 2021 · 3.143 dibaca · Serial Edukasi
Laduni.ID Jakarta – Kita hidup di mana kontroversi seakan menjadi menu rutin. Perbedaan adalah hal wajar karena sejatinya tanpa perbedaan maka hidup tidak akan balance. Pertikaian dan perpecahan terjadi karena tidak mampu menerima perbedaan, semua orang harus sama (sepemikiran dengan dirinya).
Baca Juga: Mengapa Berpikir Positif Bikin Olahraga Lari Lebih Mudah
Ruang maya menjadi arena perdebatan di mana kedua kubu saling beradu argumen. Menjadi tragedi ketika mereka menggunakan jurus Ad hominem - bukannya fokus berpikir bagaimana caranya mematahkan argumen lawan tetapi malah mengambil jalan pintas dengan menyerang karakter lawan.
Ad hominem adalah jurus andalan para pecundang ketika tidak mampu berargumen, menyerang karakter lawan hingga memancing emosi. Ad hominem merupakan sesat pikir yang menghalalkan segala cara dalam perdebatan, si bodoh yang merasa dirinya pintar.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+