Membaca Surat Al-Fatihah di Akhir Majelis

 
Membaca Surat Al-Fatihah di Akhir Majelis
Sumber Gambar: Surat Al-Fatihah (Foto ist)

Laduni.ID Jakarta – Membaca surah al-Fatihah di akhir majelis, atau setelah doa bersama merupakan perbuatan yang ‘Mustahsanah’, yaitu perbuatan yang dinilai baik dan dianjurkan oleh karena itu, meskipun dalam Al-Quran dan hadits tidak ada anjuran menutup doa atau majlis dengan surah al-Fatihah, namun hal tersebut tidak dilarang dalam Islam, dan tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam.

Baca Juga: Makmum Yang Membaca Surat Al Fatihah Saat Shalat

Pembacaan surat al-fatihah di majlis memiliki dalil, sebuah riwayat dari seorang generasi tabiin senior, ulama ahli fiqih, ahli tafsir  dan perawi hadits, yang bertempat tinggal di Makkah. Beliau berguru kepada para sahabat Nabi, khususnya Jabir bin Abdullah al-Ansari, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, Radhiallahu Anhum dan lain-lain. Para ulama yang menjadi muridnya antara lain Amr bin Dinar, Az-Zuhri, Qatadah, Malik bin Dinar, Imam Al-A'masy,  Imam Al-Auza'i rahimahumullah dan lain-lain. Beliau bernama  Abu Muhammad Atha bin Abi Rabah Aslam bin Shafwan atau Sayyid Atha' Bin Abi Rabah (wafat tahun 114 Hijriyah) rahimahullah berkata:

اذا اردت حاجة فاقرأ بفاتحة الكتاب حتى تختمها تقضى ان شاء الله

"Apabila kau memiliki hajat, maka bacalah al-fatihah sampai selesai dengan izin Allah terkabul".

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN