Taqwa Lalu Patuh Prokes

 
Taqwa Lalu Patuh Prokes
Sumber Gambar: Tangkapan Layar twitter @Agus Zainal Arifin

Laduni.ID Jakarta - Memang aneh, hari gini masih ada orang yang meremehkan Covid-19. Lebih aneh lagi, pakai dasar dalih agama (bukan dalil, tapi dalih). Mereka yakin sekali bahwa Tuhan tidak mungkin menyentuhkan Corona kepada dirinya yang dirasa sudah super "bertaqwa" itu.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Berlakukan PPKM Darurat Jawa dan Bali 3-20 Juli

Ketika ada tenaga kesehatan mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan, malah dituduh mengambil keuntungan dari pandemi. Barangkali lupa bahwa batharul haq dan ghamthun nas (menentang logika kebenaran dan meremehkan orang lain) adalah definisi takabur (sombong). Dan setitik saja ada sombong, seseorang dilarang melewati pintu surga.

Ironis, bahwa ada yang menyebutkan tidak takut Covid-19, disebabkan takut kepada Tuhan. Padahal Tuhan juga sudah memerintahkan di Al-Qur'an agar tiap orang harus menghindarkan diri dari bahaya. Walaa tulquu biaydiikum ilat tahlukati (“jangan biarkan dirimu jatuh dalam bahaya”. Kalau memang seseorang benar-benar taqwa kepada Tuhan, maka mestinya mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya, yaitu menghindari bahaya virus Corona yang mematikan itu.

Baca Juga: Tidak Boleh memberontak dan Sabar Dalam Keta’atan

Logikanya begini, Tuhan melarang manusia membiarkan diri dalam bahaya. Manusia yang bertaqwa dengar, lalu patuh pada perintah itu (sami'na wa ato'na). Lalu mereka menjaga dirinya dengan masker, jaga jarak, cuci tangan, jauh dari kerumunan, dan tidak ke mana-mana yang tidak perlu. Sesimpel itu jadi manusia yang bertaqwa.
---------
Oleh: Prof. Dr. Agus Zainal Arifin, S.Kom., M.Kom.
Editor: Nasirudin Latif