Hari Asyura dan Tragedi Karbala (bagian 2)

 
Hari Asyura dan Tragedi Karbala (bagian 2)
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID (ist)

Laduni.ID, Jakarta – Dalam sejarah kaum Syi’ah, hari itu, 10 Muharram, menjadi hari yang sangat penting dan agung. Karena pada tanggal itu Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu kesayangan Nabi, dan keluarga serta mereka yang ikut bersamanya terbunuh dan dibantai secara kejam di sebuah daerah bernama Karbala, Irak, tahun 680 M.

Ia terbunuh sesudah mengalami isolasi dan pertempuran selama 3 hari di tempat itu, oleh pasukan yang dikirim Yazid bin Mu’awiyah. Pada setiap tahun sejak saat itu, para pengikut Imam Ali bin Abi Thalib, menjadikan hari itu sebagai hari perkabungan internasional.

Sebuah kisah tentang ini menyebutkan suatu hari Husein diundang untuk datang ke Kufah, Irak oleh warganya yang berjanji akan memberikan dukungan bagi kekuasaanya, menggantikan kakaknya Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Beberapa orang sahabat menyarankan agar Husein tidak berangkat ke sana. Konon ada pengalaman bahwa tidak semua orang Kufah jujur.

Abd Allah bin Zubair mengatakan kepada Husein:

أين تذهب؟! تذهب إلى قوم قتلوا أباك وطعنوا أخاك. لا تذهب فأبى الحسين إلا أن يخرج.

“Akan kemanakah, kau Husein? Apakah kau akan pergi menemui kaum yang telah membunuh ayahmu dan menikam kakakmu, Hasan? Urungkan keinginanmu untuk pergi ke sana.”

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN