Ziarah Makam Kiai Asy’ari, Pendiri Pondok Pesantren Keras

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah Makam Kiai Asy’ari, Pendiri Pondok Pesantren Keras
Sumber Gambar: FB Mas Mus

Laduni.ID, Ngawi – Nama Kiai Asy’ari mungkin jarang terdengar oleh masyarakat di luar Jombang, namun dari garis keturunan beliaulah lahir ulama besar seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kiai Asy’ari lahir pada tahun 1830 di Salatiga, walau banyak yang menyebut Kiai Asy’ari lahir di Demak, namun hal tersebut telah diklarifikasi oleh salah satu cicit beliau, KH Ahmad Labib Basuni. Kiai Asy’ari merupakan anak dari Abdul Wahid bin Abdul Halim, seorang komandan pasukan Diponegoro yang menggunakan nama “Pangeran Gareng”, di bawah Panglima Sentot Alibasyah Prawirodirdjo.

Beliau menikah dengan salah satu putri Kiai Usman yang bernama Halimah. Kiai Usman sendiri merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nggedang yang tertarik dengan kecerdasan Kiai Asy’ari saat masih menjadi santri di Pesantren Nggedang.

Buah dari pernikahan antara Kiai Asy’ari dengan Nyai Halimah inilah lahir Nafi’ah, Ahmad Saleh, Muhammad Hasyim, Radiah Hasan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi, dan Adnan. Putra ketiga beliau dikemudian hari dikenal sebagai KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Kiai Asy’ari juga mendirikan Pondok Pesantren di Desa Keras, Diwek, Jombang. Lewat pesantren inilah beliau dikenal sebagai perintis tradisi keilmuan pesantren di Jombang. Selanjutnya Pesantren Keras diasuh oleh anak dan menantu beliau, KH Saleh dan KH Alwi. Pada 1930 Pesantren Keras dikelola oleh KH Basuni, lalu KH Salahuddin pada tahun 1970-an, kemudian KH Ahmad Labib di tahun 1990-an.

Lokasi Makam

Kiai Asy’ari wafat sekitar tahun 1890 dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Keras yang saat ini bernama Pondok Pesantren Al-Asy’ari Keras. Berjarak sekitar 3 kilometer ke arah Barat dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, atau sekitar 10 menit perjalanan.

Sumber foto: FB Mas Mus


Editor: Daniel Simatupang