Biografi Imam Ali Al Uraidi

 
Biografi Imam Ali Al Uraidi

Daftar Isi

1         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1      Lahir
1.2      Nasab
1.3      Wafat

2         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1      Masa Menuntut Ilmu
2.2      Guru-Guru Beliau

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2      Murid-murid Beliau

5         Kepribadian Beliau

6         Pendapat Perawi Hadis

7         Referensi

1.      Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

Beliaul adalah Al imam As Sayyid Abul Hasan ra, Matahari Ahlul Bait, Rembulan keturunan Rosul, yang memiliki rahasia dan ilmu yang banyak, Nuruddin Ali Al Uraidi bin Ja’far, dinisbatkan pada sebuah tempat yang beliau tinggali yaitu daerah Uraidl sekitar 4mil dari kota Madinah, Beliau tinggal disana dan wafat disana.

1.3       Nasab

 Al-Imam Ali bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib

1.4       Wafat

Beliau meninggal pada tahun 112 H di kota 'Uraidh dan disemayamkan di kota tersebut. Makamnya sempat tak dikenal, lalu Zain bin Abdullah Bahasan memugarnya, sehingga terkenal hingga sekarang.

2.      Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Masa Menuntut Ilmu

Keilmuan didapat dari ayah dan sahabat ayahnya, selain itu didapat pula dari saudaranya, Musa al-Kadzim. Ia juga belajar dari Hasan bin Zaid bin Ali. Jumlah pula yang meriwayatkan hadits dari jalur Ali al-Uraidhi, di selangnya merupakan kedua putranya (Ahmad dan Muhammad), cucunya (Abdullah bin Hasan bin Ali), putra keponakan (Ismail bin Muhammad bin Ishaq bin Ja'far ash-Shadiq) dan juga al-Imam al-Buzzi.

2.2       Guru-Guru Beliau

Beliau menimba ilmu hadits dan meriwayatkan dari: 

  1. Musa al-Kadzim
  2. Hasan bin Zaid bin Ali
  3. Imam Sufyan at Tsauri.
  4. Husein bin Zaid bin Imam Ali Zainal Abidin.

3.      Penerus Beliau

3.1       Anak-anak Beliau

Anak-anak beliau yang menjadi penerus beliau menjadi ulama adalah:

  1. Hasan
  2. Ahmad asy-Sya'rani
  3. Ja'far al-Ashgar
  4. Muhammad al-Naqib
  5. Isa ar-Rumi
  6. Ahmad al-Muhajir

3.2       Murid-murid Beliau

Murid-muridnya banyak yang menjadi ulama terkenal, seperti:

  1. Muhammad
  2.  Ahmad
  3. Abdulloh bin Al Hasan bin Ali 
  4. Isma’il bin Muhammad bin Ishaq bin Ja’far As shodiq
  5. Al Imam Al Bazi ahli ilmu Alqur’an.

4.      Kepribadian Beliau

Imam Ali Al Uraidhi termasuk orang yang menghindari ketenaran. Beliau menyibukkan dirinya hanya dengan ibadah dan sangat menghindari melakukan sesuatu yang bakal membuatnya terkenal. Kendati demikian, masih bisa ditemukan jejak hadits-hadits yang diriwayatkan olehnya. Beberapa ulama hadits bisanya menyebutkan dalam kitabnya dengan, ‘dari Ali bin Ja’far bin Muhammad’.

Imam Ali Al Uraidhi juga dikenal sangat rendah hati. Beliau sangat memuliakan orang-orang yang berilmu. Beliau tidak segan mencium tangan orang yang lebih muda usianya namun dalam pandangannya lebih berilmu. Diceritakan oleh Muhammad bin Hasan bin ‘Ammar, suatu kali ia duduk di samping Imam Ali Al Uraidhi dalam Masjid Madinah. “Memang sudah sejak dua tahun aku selalu di sampingnya, untuk mencatat ilmu yang pernah dia pelajari dari saudaranya,”ujarnya.

Tiba-tiba datang Imam Muhammad Al Jawwad bin Imam Ali Ar Ridha bin Imam Musa Al Kazhim, cucu saudara Imam Ali Al Uraidhi. Melihat pemuda itu datang, Imam Ali langsung berdiri, menyambut dan bahkan ingin mencium tangannya. Tentu saja disanggah oleh Imam Muhammad Al Jawwad.
“Duduklah Tuan, semoga Allah merahmatimu”, kata Imam Muhammad.
“Bagaimana aku bisa duduk, sementara anda sendiri berdiri wahai Tuan”, jawab Imam Ali.

Ketika Imam Ali Al Uraidhi kembali ke majlisnya, murid-muridnya dengan penuh heran bertanya, “Anda adalah paman ayah pemuda itu, kenapa anda melakukan hal demikian (begitu menghormati)?”.
Imam Ali Al Uraidhi menggenggam janggutnya, seraya berkata, “Bila Allah tidak memberikan keahlian kepada orang tua ini, dan memberikan keahlian pada pemuda itu, memposisikannya sesuai posisinya, apakah aku harus mengingkarinya? Aku berlindung kepada Allah dari apa yang kalian katakan!”.             

6.       Pendapat Perawi Hadis

  1. Berucap Al-Imam Adz-Dzahabi di dalam kitabnya Al-Miizaan, "Ali bin Ja'far Ash-Shadiq meriwayatkan hadits dari ayahnya, juga dari saudaranya (yaitu Musa al-Kadzim), dan juga dari Sufyan ats-Tsauri. Adapun yang meriwayatkan hadits dari dia di antaranya Al-Jahdhami, Al-Buzzi, Al-Ausi, dan mempunyai beberapa lagi. At-Turmudzi juga meriwayatkan hadits dari dia di dalam kitabnya."
  2. Adz-Dzahabi menulis dalam kitab lainnya, Al-Kaasyif, "Ali bin Ja'far bin Muhammad meriwayatkan hadits dari ayahnya, dan juga dari saudaranya (yaitu Musa al-Kadzim). Adapun yang meriwayatkan hadits dari dia adalah dua putranya (yaitu Muhammad dan Ahmad) dan juga mempunyai beberapa orang. Dia meninggal pada tahun 112 H..."
  3. Adz-Dzahabi juga meriwayatkan suatu hadits dengan mengambil sanad dari dia, dari ayahnya terus sampai kepada Imam Ali bin Abi Thalib, "Sesungguhnya Nabi SAW memegang tangan Hasan dan Husain, sambil berucap, 'Barangsiapa yang mencintaiku dan mencintai kedua orang ini dan ayah dari keduanya, karenanya dia hendak bersamaku di dalam letakku (surga) pada hari kiamat.' "
  4. Ibnu Hajar juga berucap di dalam kitabnya At-Taqrib, "Ali bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain adalah salah seorang tokoh akbar pada seratus tahun ke-10 H..."
  5. Al-Yaafi'i memujinya di dalam kitab Tarikh-nya. Demikian juga Al-Qadhi menyebutkannya di dalam kitabnya Asy-Syifa', dan juga mensanadkan hadits dari dia, serta meriwayatkan hadits yang panjang tentang sifat-sifat Nabi SAW. Ahmad bin Hanbal di dalam Musnad-nya juga meriwayatkan hadits dari jalur dia. Demikian juga beberapa orang menyebutkan nama dia, di antaranya As-Sayyid Ibnu 'Unbah, Al-'Amri, dan As-Sayyid As-Samhudi.

7.        Referensi

"Riwayat Hidup Para Wali dan Shalihin"
Penerbit: Cahaya Ilmu Publisher
 

 

 


 

 

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya