Biografi Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad As Sakhawi

 
Biografi Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad As Sakhawi
Sumber Gambar: Dok. Laduni.ID

Daftar Isi Biografi Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad As Sakhawi

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Pendidikan

3.         Karya

4.         Referensi

Nama lengkap Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abi Bakar bin Utsman bin Muhammad as-Sakhawi asy-Syafi'i.

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir

Beliau lahir di Sakha, sebuah perkampungan di Kairo pada tahun 831 H.

1.2       Wafat

Beliau Syamsuddin Abu al-Khair Muhammad As Sakhawi wafat pada tahun 905 H.

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Pendidikan

As Sakhawi belajar kepada ayahnya; Abdurrahman dan Ibnu Hajar al-Asqlani. Ayahnya dan Ibnu Hajar memiliki hubungan yang sangat baik. ewaktu belajar kepada ibnu Hajar, al-Sakhawi mengkaji tulisan dalam berbagai bidang ilmu seperti hadis, sejarah dan biografi. Sebagaimana gurunya, ia banyak menulis biografi para tokoh, terutama untuk kepentingan seleksi hadis. Selain itu ia juga menulis kritik tentang hadis yang diriwayatkan oleh para tokoh itu. Dalam hal ini ia banyak menimba ilmu dari ibnu Hajar yang memang tak pernah lupa mengirimkan pembantunya untuk membacakan karyanya kepada Sakhawi, bila ia sendiri berhalangan. Tentang muridnya yang satu ini, beliau berkata: "Dia, yang masih muda ini, karena kesungguhan, ketekunan, kehati-hatian, dan daya kritiknya, mengungguli murid-murid yang lebih senior". Oleh karena itu, tidak heran bila ibnu Hajar mengangkat muridnya yang cerdas ini menjadi asisten dalam memberi pelajaran hadis. Ketika Ibnu Hajar meninggal dunia pada tahun 1449 M, al-Sakhawi begitu terpukul. Ia bermaksud meninggalkan Mesir dan hijrah ke Suriah dengan maksud untuk belajar kepada guru terkenal disana. Akan tetapi, kedua orangtuanya mencegah maksudnya itu. Karena itulah ia tetap tinggal di Mesir dan terus melanjutkan studi dalam bidang hadis. Untuk studinya itu, ia melakukan banyak pengembaraan dari satu kota ke kota besar lainnya di Mesir,, seperti Dimyath, Manuf, dan Iskandariyah. Sementara itu, ia juga berusaha untuk mendapatkan tugas dalam pengajaran hadis di Kairo, dengan meminta bantuan dari kawan-kawan Ibnu Hajar.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya