Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Pesan Sayyidina Ali dan Standar Minimalis dalam Beragama

02 Dec 2021 · 2.350 dibaca · Kolom

Laduni.ID, Jakarta - “Setelah gegap gempita perayaan maulid, apa dampaknya? Biaya habis banyak, apa follow up-nya? Toh, jamaah masjid juga nggak berkembang. Pola beragama masyarakat juga begitu-begitu saja. Mubazir.” Demikian komentar yang pernah saya baca. Kritik kalau biaya yang membengkak ada benarnya, tapi soal pertanyaan dampak, saya berusaha menyanggah sebisanya.

Pada dasarnya, manusia itu homo festivus, makhluk festival. Suka merayakan ini itu, biasanya terkait masa lampau yang diseret ke masa kini, tak perlu saya sebutkan jenisnya. Di Indonesia, perayaan bermacam-macam bentuknya. Dari perayaan budaya, sosial, hingga agama. Dari kemasan sederhana hingga megah, dari personal hingga massif. Perayaan Maulidurrasul adalah salah satunya.

Dengan caranya, masyarakat secara komunal membentuk basis perkumpulan. Pada satu titik, mereka merayakannya. Motifnya, dari melepas penat, membuang stres, silaturrahmi, dan tentu saja merayakan cinta kepada Baginda Rasulullah. Prosesi di dalamnya menjadi titik kulminasi kerindua

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →