Pada awal tahun 1900-an, Bupati Sumedang pada saat itu Pangeran Wiriakusumah merasa bahwa masyarakat muslim Sumedang sangat memerlukan bimbingan ahli agama. Maka dengan itu, Bupati Sumedang mendatangkan beberapa orang kyai dari berbagai wilayah, diantaranya adalah K.H. Muhyiddin bin Arif seorang kyai yang berasal dari Garut. Pada tahun 1910 K.H. Muhyiddin ditempatkan di diaerah Cimalaka, disana beliau mendirikan pesantren yang dikenal dengan pesantren Cimalaka. Setelah sepuluh tahun disana, beliau pindah ke suatu tempat terpencil di Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.
Di tempat itu beliau mendirikan pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Pagelaran. Pasca revolusi kemerdekaan, kondisi daerah sangat tidak aman karena merajalelanya gangguan gerombolan. Banyak pengikut dan kawan seperjuangan K.H. Muhyiddin yang tewas menjadi korban keganasan gerombolan.
Sehingga pada tahun 1950 diputuskan untuk men
π
Lanjutkan membaca dengan Laduni+
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+