Biografi KH. Ahmad Faqih Al-Musri

 
Biografi KH. Ahmad Faqih Al-Musri

Daftar Isi

1         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Karier
4.1       Karier Beliau

5         Referensi

1         Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
KH. Ahmad Faqih berawal dari cerita yang sangat unik dimana sewaktu ayah beliau H.Kurdi Bin Artibah menuntut ilmu di Pesantren Kudang (salah satu pesantren terbesar di daerah Tasikmalaya) sekitar tahun 1907 M. Tak berselang lama H.Kurdi mondok disana. Pada suatu hari H.Kurdi bin Artibah dipanggil oleh gurunya, dan disuruh pulang padahal pada masa itu beliau merasa belum bisa apa-apa.

Tak berselang lama ketika beliau berada dikampungnya, beliaupun menikah dengan salah seorang gadis pilihanya (penulis tidak mengetahui nama istrinya dikarenakan keterbatasan informasi), dan dari pernikahan inilah beliau dikaruniai seorang anak perempuan bernama Rukmini.

Karena beliau teringat perkataan gurunya , bahwasanya beliau akan dikaruniai anak laki-laki yang sholeh, maka beliaupun menceraikan istrinya. Dan H. Kurdipun menikah lagi dengan seorang janda beranak dua yang bernama Hj. Halimah, anak dari Hj. Halimah yaitu Hj. juariyah dan Bapak enjum.

Setelah sekian lama H. Kurdi menanti disertai dengan do’a yang terus menerus terkabulah permohonan beliau dan beliau dikaruniai anak laki-laki yakni Syaikhuna Almukarrom Mama KH. Ahmad Faqih yang lahir di Kp. Cileunga Ds. Leuwi Sari Kec. Leuwi Sari. Kemudian lahir pula dua anak laki-laki bernama Kiai Jamal dan Kiai Romli, mereka bertiga beda selang usia satu tahun.

1.2       Riwayat Keluarga
Sekitar tahun 1938 M setelah menikahi Hj. Juhaenah yang berasal dari Kp. Kebon Kelapa, Ds . Sumelap, Kec. Cibeureum, dalam perjalanan pengamalan ilmu, begitu banyak rintangan yang dihadapi beliau, karena pada waktu itu negara kita masih diduduki oleh kolonial Belanda.

Untuk menghindari dari kejaran Belanda beliau mengungsi di tanah kelahirannya disumelap. Dan pada waktu itu beliau sudah beristri dua yakni Hj. Juhaenah dan Hj. Qoni’ah, dan dikaruniai dua orang anak laki-laki yaitu KH. Zaenal Mustofa ( putra dari Hj. Juhaenah) dan KH. Mamal mali murtadlo ( putra dari Hj. Qoni’ah).

1.3       Wafat

Beliau wafat pada hari kamis 5 Sya’ban 1422 H yang bertepatan pada tanggal 4 November 2000 M, jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga pesantren Al-Musri.

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Ahmad Faqih Bin H.Kurdi Bin Artibah pertama kali menuntut ilmu ditanah kelahiranya kepada KH. Shobandi,beliau belajar mengaji pada KH. Shobandi hanya mencapai ilmu shorof (itu juga belum tahqiq). Kemudian setelah lulus SR ( Sekolah Rakyat ) sekitar usia 12 tahun Mama menuntut ilmu ke Sukamanah Tasikmalaya kepada KH. Zaenal Mustofa (pahlawan Nasional dan salah satu alumni pesantren KH. Shobandi).

Beliau menuntut ilmu di Sukamanah kurang lebih sekitar 12 tahun dari tahun 1925-1937 M. Dan adapun guru-guru sorogan KH. Ahmad Faqih pada waktu di Sukamanah di antaranya: KH. Rukhyat Cipasung, KH. Faqih damini Al-Mubarok Cibalanarik. Dan beliaupun mempunyai kakak kelas sekaligus teman seperjuangan (yang diketahui nara sumber) KH. Mahmud Zuhdi Sumedang. Setelah menuntut ilmu di Sukamanah tahun 1937 M.

Beliaupun memperdalam ilmu falaq kepada KH. Fakhrurrozi selama kurang lebih satu bulan pada saat bulan romadhon di daerah Sukalaya Gunung Sabeulah Tasikmalaya. Setelah itu beliau tidak pernah bermuqim dimana-mana lagi, beliau langsung muqim di Kp. Kebon Kelapa Ds. Sumelap Kec. Cibeureum Kab. Tasikmalaya.

Mama KH. Ahmad Faqih Bin H. Kurdi Bin Artibah adalah angkatan ketiga lulusan pesantren Sukamanah, adapun urutan angkatan pesantren Sukamanah diantaranya:

a) Angkatan pertama satu orang yaitu Ajengan Hambali (bermuqim di Ciamis)
b) Angkatan kedua yaitu : Ajengan A. Shobir ,KH. Mahmud Zuhdi dan Ajengan Syamsuddin
c) Ankatan ketiga yaitu: Mama KH. Ahmad Faqih, Ajengan Burhan (Suka Hurip), Ajengan Ma’rif dan Ajengan Emor ( Ranca Paku)

Mengenai KH. Khoer Afandi ( Pendiri Ponpes Manonjaya Tasikmalaya) ketika menuntut ilmu di pesantren Legok Ringgit (di Pesantren muqimin Sukamanah) beliau selalu mengikuti tarkiban (studi banding) ke Pesantren Sukamanah babadan (angkatan ke-5).

2.2       Guru-Guru Beliau

  1. KH. Shobandi
  2. KH. Rukhyat Cipasung
  3. KH. Faqih damini Al-Mubarok Cibalanarik
  4. KH. Fakhrurrozi

2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Pondok pesantren Al-Musri didirikan oleh KH. Ahmad Faqih pada tahun 1947, sebelumnya dengan nama Miftahul Huda Cianjur namun pada tahun 1974 barulah berganti nama menjadi Al-Musri . Pada awalnya perintisan pondok pesantren Al-Musri hanya memiliki satu bangunan yang terdiri dari 10 Pondok santri, itupun berdiri di lahan yang ada di pinggir selokan irigasi dan di atas ladang ilalang.

3          Penerus Beliau

3.1       Anak-anak Beliau

  1. KH. Zaenal Mustofa ( putra dari Hj. Juhaenah)
  2. KH. Mamal mali murtadlo ( putra dari Hj. Qoni’ah)
  3. KH. Hilman Abdurrahman

3.2       Murid-murid Beliau

  1. Ma’sum Cibeas
  2. Ma’sum Awilega
  3. Husna Suka Hurip
  4. Unang Cilenga
  5. KH. Zaenal Mustofa
  6. Majid Nyantong
  7. Rapi’i Nyantong
  8. Abdulloh Ciatall
  9. Para santri di pesantren Al-Musri

4        Karier Beliau

4.1       Karier Beliau

Pengasuh pesantren Al-Musri

5         Referensi

https://pwansorjabar.org

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya