Ziarah Makam KH. Dalhar Watucongol, Magelang

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Ziarah Makam KH. Dalhar Watucongol, Magelang
Sumber Gambar: id.worldorg.com

Laduni.ID, Jakarta – KH. Dalhar lahir pada 10 Syawal 1286 H/ 12 Januari 1870 di kawasan Pondok Pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang. Nasab beliau tersambung kepada Kiai Abdurrauf, panglima perang Pangeran Diponegoro, hingga kepada Raja Mataram, Raja Amangkurat III.

Semangat dakwah dan perjuangan mengalir dalam darahnya, sejak kecil ia mengaji dan belajar ilmu agama di pesantren. Menginjak usia 13 tahun, Kiai Dalhar melanjutkan belajarnya di Pondok Pesantren Mbawang, Ngadirejo, Salaman, Magelang di bawah asuhan Kiai Mad Ushul. Kepada Mbah Mad, Kiai Dalhar muda belajar ilmu tauhid selama dua tahun.

Kemudian Ayah Kiai Dalhar menitipkan anaknya untuk mengaji di Pondok Pesantren Pesantren Sumolangu, di bawah asuhan Syekh as-Sayyid Ibrahim bin Muhammad al-Jilani al-Hasani (Syekh Abdul Kahfi at-Tsani). Pada tahun 1314 H, putra Syekh Abdul Kahfi at-Tsani, Sayyid Muhammad al-Jilani al-Hasani berniat untuk belajar di Mekkah. Lalu Syekh Abdul Kahfi memerintahkan Kiai Dalhar agar menemani putrana menimba ilmu di Mekkah.

Kedua pemuda itu lalu menimba ilmu kepada seorang Mufti Syafi’iyyah Mekkah yang juga kerabat Syekh Abdul Kahfi at-Tsani, Syekh Sayyid Muhammad Babashol al-Hasani. Selain kepada Syekh Sayyid Muhammad Babashol al-Hasani, Kiai Dalhar mendapatkan ijazah mursyid Thariqah Syadziliyyah dari Syaikh Muhtarom al-Makki dan ijazah aurad Dalailul Khairat dari Sayyid Muhammad Amin al-Madani.

Semua ilmu yang beliau dapat dituangkan dalam sejumlah karyanya, di antara karyanya adalah Kitab Tanwir al-Ma'ani dan Manaqib Syaikh as-Sayyid Abdul Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar as-Syadzili al-Hasani, Imam Tariqah Saydziliyyah.

Lokasi Makam

KH. Dalhar Watucongol wafat pada 29 Ramadhan (1959 M)/8 April 1959 M, sebagian riwayat menyebutkan Kiai Dalhar wafat pada 23 Ramadhan (1959 M). Makamnya terletak di kompleks makam Kiai Raden Santri yang terletak di sisi barat Muntilan, tepatnya di atas bukit Gunung Pring pada ketinggian kurang lebih 500 meter di atas permukaan laut.

Di kompleks tersebut juga berjejer makam Kiai Raden Santri, Kiai Krapyak III, hingga Kiai Dalhar Watucongol.

Sumber foto: id.worldorg.com


Editor: Daniel Simatupang