Biografi KH. Musleh Adnan

 
Biografi KH. Musleh Adnan

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Organisasi, dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau

5         Metode Dakwah Beliau

6         Referensi

1  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Musleh Adnan lahir di Jember 18 Oktober 1975. Ia bungsu dari empat saudara. Kedua orang tua Kiai Musleh telah bercerai sehingga ia bersama ketiga kakaknya ikut sang Ummi. Perceraian tersebut membuat Umminya harus berperan menjadi single parent untuk keempat anaknya dan menanggung semua kebutuhan anak-anaknya.
 

1.2  Riwayat Keluarga
KH. Musleh Adnan menikah dengan putri salah satu keluarga dari pesantren Nurul Jadid dan dikaruniai beberapa anak.

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu
Pada tahun 1987, KH. Musleh Adnan muda menjadi santri Nurul Jadid. Disinilah ujian Kiai Musleh muda dimulai. Beliau pernah berbohong kepada Umminya ketika sang Ummi bertanya perihal biaya, maka beliau menjawab “tidak usah dibiayai, cukup disambung dengan doa.”

Padahal pondok pesantren Nurul Jadid adalah salah satu pondok pesantren besar di Jawa Timur. Maka biaya yang dikeluarkan pun harus mencukupi kebutuhan. Namun tak menjadi penghalang bagi KH. Musleh Adnan muda untuk bisa menimba ilmu di pondok pesantren Nurul Jadid. Beliau memutar otak untuk bisa bertahan hidup di pesantren yang dikenal dengan trilogi dan panca kesadaran santri tersebut.

KH. Musleh Adnan muda semasa mondok sangat jarang mendapat kiriman. Meskipun dikirim uang, uang itu ia gunakan sebagai uang spp sekolah. Karena sang Ummi hanya bisa membantu biayai spp.  Untuk masalah makan, belia selalu bertanya kepada teman-teman sekamarnya “adakah yang sudah makan?” jika dirasa ada yang belum makan, beliau akan menjadi juru masak dengan harapan untuk bisa numpang makan dengan teman-temannya.

Dalam pengalamannya beliau pernah mengambil jatah makan ustadznya. Namanya Ustadz Abdussomad (Alm) dari Bondowoso. Ustadz Abdussomad selalu mendapat jatah makan di kantin. Jatah tersebut diambil oleh KH. Musleh Adnan muda kemudian dibawanya ke kamar dan lagi-lagi beliau hanya numpang makan. Ustadz Abdussomad adalah orang yang berjasa bagi KH. Musleh Adnan muda semasa mondok di Nurul Jadid. KH. Musleh Adnan muda kalau mau pulang juga numpang biaya kepada ustadz Abdussomad.   

Meskipun harus bertahan hidup dengan selalu menumpang makan dengan teman-temannya, nyatanya beliau dapat bertahan hingga 10 tahun mondok di pondok pesanten Nurul Jadid. Mulai dari SLTP, SLTA hingga kuliah. Di Nurul Jadid beliau menyelesaikan kuliahnya pada tahun 1997 dan menjadi salah satu mahasiswa terbaik.

2.2  Guru-guru Beliau

Guru-guru beliau saat beliau menuntut ilmu di pesantren adalah:

1. KH. Abd. Wahid Zaini
2. KH. Nur Khotim Zaini

2.3  Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Setelah menjadi asisten dosen, KH. Musleh Adnan memutuskan untuk keluar dari Pondok pesantren Nurul Jadid dan membawa sang Istri ke Jember. Selang hanya lima bulan di Jember, pada tahun 1998 KH. Musleh Adnan dan Istri berpindah ke Desa Blumbungan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Hal ini karena mertuanya membutuhkan tenaganya untuk mengelola lembaga pendidikan Yayasan Al-Ghazali.

Kemudian di tahun 2004 pindah ke Desa Plakpak Kecamatan Pegantengan Kabupaten Pamekasan. Kemudian mendirikan pondok pesantren Nahdlatul Ta’limiyah. Pondok pesantren asuhannya ini baru satu tahun didirikan. Fokus pada penghafalan Al-Qur’an. Dan santrinya masih berjumlah sekitar 100 orang. Berangkat dari kesusahannya selama di pondok, pondok ini tidak dipungut biaya dan makannya ditanggung pribadi.

3  Penerus Beliau

3.1  Murid-murid Beliau

Murid-murid Beliau adalah para santri di pesantren Nahdlatul Ta’limiyah

4  Organisasi,dan Karier

4.1       Riwayat Organisasi

Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan

4.2       Karier Beliau
Berbagai karier yang pernah digeluti di antaranya:
1. Menjadi Asisten dosen di mata kuliah ilmu tafsir
2. Dosen di Universitas Islam Madura
3. Pengasuh pesantren Nahdlatul Ta’limiyah

 

5  Metode Dakwah Beliau

Gaya dakwah beliau yang sederhana, santai dan menghibur tapi penuh dengan nasihat-nasihat agama membuat orang-orang mudah mencerna maksud yang disampaikan sehingga banyak orang yang antusias dengan ceramah KH. Musleh Adnan.

Dibalik kesuksesannya menjadi penceramah, awalnya KH. Musleh Adnan tak ada maksud ataupun kepikiran untuk menjadi seorang dai. Beliau hanya ingin fokus pada bidang akademis yakni menjadi dosen. Meskipun pernah mejadi dosen di Universitas Islam Madura, jalannya menjadi seorang dai ternyata lebih sukses ketimbang menjadi dosen.

6  Referensi

https://harakah.id/mengenal-kh-musleh-adnan-dai-kondang-asal-pulau-garam-yang-dikenal-jenaka/

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya