Biografi KH. Nur Chotim Zaini

 
Biografi KH. Nur Chotim Zaini

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Organisasi,dan Karier
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau

5         Kepemimpinan Beliau di Pesantren Nurul Jadid

6         Referensi

 

1  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir

Di Desa Karanganyar, Paiton Probolinggo, KH. Nur Chotim Zaini dilahirkan. Beliau merupakan Putra terakhir dari tujuh bersaudara pasangan KH. Zaini Mun’im dan Nyai Hj. Nafi’ah. KH. Zaini adalah seorang Ulama asal Kec. Galis, Kab. Pamekasan Madura yang juga Pendiri dan Pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid. Ke-enam saudara atau Kakak Beliau adalah KH. Hasyim Zaini, Ny Hj. Aisyah Zaini, KH. Wahid Zaini, KH. Fadlurrahman Zaini, KH. Moh. Zuhri Zaini dan KH. Abdul Haq Zaini.

1.2  Riwayat Keluarga

Beliau melepas lajangnya dengan menikahi Ny Hj Sadidah Thoha dan dikaruniai empat orang putra dan seorang putri tercinta. di antaranya adalah Gus Ahmad Zaki, Neng Sofiah, Gus M. Fakhri dan Gus M. Hanif.

1.3  Wafat

 Beliau wafat pukul 02.50 WIB dini hari, tanggal 30 November 2013 dan di makamkan di pemakaman keluarga besar pesantren Nurul Jadid

2  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1  Masa Menuntut Ilmu

Masa pendidikan Beliau hampir kesemuanya ditamatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah sampai dengan Perguruan Tinggi ADIPNU (Akademi Dakwah Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama). Namun sebab haus akan ilmu, beliau melanjutkan ke Fakultas Dakwa IAIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau juga menempuh pendidikan di Universitas Darul Ulum Jombang.

2.2  Guru-guru Beliau

KH. Zaini Mun’im

2.3  Mengasuh Pesantren

Beliau mengasuh pesantren Nurul Jadid Probolinggo

3  Penerus Beliau

3.1  Anak-anak Beliau

 Anak-anak Beliau yang menjadi penerus perjuangan ulama adalah:
1. Gus Ahmad Zaki
2. Neng Sofiah
3. Gus M. Fakhri
4. Gus M. Hanif.

3.2   Murid-murid Beliau

Murid-murid Beliau adalah para santri di pesantren Nurul Jadid Probolinggo

4  Organisasi, dan Karier

4.1  Riwayat Organisasi

Beliau pernah menjadi Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC)NU Paiton selama Dua Periode.

4.2  Karier Beliau

KH. Nur Chotim Zaini tidak hanya mengajar kitab maupun di Lembaga Formal, tetapi Beliau juga menduduki beberapa jabatan, di antaranya:

1. Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Paiton
2. Dekan Fakultas Tarbiyah
3. Ketua Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Az-zainiyah
4. Rektor Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ)
5. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ)
6. Direktur Lembaga Pengembangan Bahasa (LPBA)
7. Ketua Yayasan Pesantren Nurul Jadid
8. Kepala Kemenag Probolinggo
9. Pengurus Yayasan Tri Guna Bakti.

5  Kepemimpinan Beliau di Pesantren Nurul Jadid

Selama mengabdi di Pondok Pesantren, KH. Nur Chotim Zaini dikenal sebagai sosok yang aktif. Sebagaimana yang diutarakan KH. Najiburrahman, Putra (Alm) KH. Wahid Zaini, bahwa jika diundang untuk menghadiri acara, baik sebagai pembicara atau lainnya, jika tidak berbenturan dengan kegiatan lain, Beliau selalu menyanggupi.

Oleh karenanya, KH. Nur Chotim Zaini tidak hanya mengajar kitab maupun di Lembaga Formal, tetapi Beliau juga menduduki beberapa jabatan. Mulai dari Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Paiton, Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Az-zainiyah dan lainnya. Bahkan dalam waktu yang bersamaan Beliau menduduki Dua Jabatan Strategis. Yaitu sebagai Rektor Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ) dan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ).

Beberapa jabatan yang menuntut kerja keras tidak membuat Beliau mengeluh. Tapi sebaliknya, Beliau selalu semangat menyelesaikan persoalan dan memajukan Lembaga yang dipimpimnnya.

Namun sayang, keaktifan KH. Nur Chotim Zaini dalam mengabdi dan membantu saudara-saudaranya dalam mengembangkan Pesantren mulai menurun. Hal ini seiring dengan penyakit stroke yang menjangkit sejak tahun 2003.

Tanggal 18 Mei 2009 menjadi Bulan duka bagi Pondok Pesantren Nurul Jadid. Pasalnya, KH. Abdul Haq Zaini, Beliau merupakan Ketua Yayasan dan juga kakak tercinta KH. Nur Chotim Zaini, dipanggil oleh Sang Maha Kuasa. Sejak itu, KH. Nur Chotim Zaini ditunjuk sebagai Ketua Yayasan mendampingi kakak Beliau KH. Moh. Zuhri Zaini yang menjabat Pengasuh. Di bawah kepemimpinan Beliau banyak perubahan yang telah dilakukan demi berkembangnya Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Salah satu hasil usaha Beliau yang saat ini sudah bisa dinikmati, baik oleh Santri, Alumni dan Masyarakat diantaranya adalah Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Jadid (STTNJ), Yayasan Bantuan Sosial (YBS) Az-Zainiyah, dan Lembaga Bantuan Hukum.

Sebagai Ketua Yayasan, untuk mengembangkan Pondok Pesantren, Beliau begitu bersemangat meskipun kondisi kesehatannya kurang baik. Pada rapat-rapat Pesantren, sangat jarang Beliau tidak hadir, bahkan pada hari-hari sebelum wafat masih menyempatkan diri menghadir rapat Pesantren.

Selain itu, Beliau juga tidak segan-segan menegur para Pengurus yang kinerjanya dinilai tidak maksimal. Tidak peduli apakah Pengurus tersebut masih ada ikatan darah maupun sudah alumni.

6  Referensi

https://www.nuruljadid.net/biografi-kh-nur-chotim-zaini

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya