Sebelas Nasihat KH. Mufid Mas'ud

 
Sebelas Nasihat KH. Mufid Mas'ud
Sumber Gambar: KH Mufid Mas'ud (foto istimewa)

Laduni.ID, Jakarta – KH. Mufid Mas’ud lahir pada tahun 1928, atau bertepatan dengan hari Ahad Legi 25 Ramadhan, di Solo, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara. Ayahanda beliau bernama KH. Ali Mas’ud yang kini makamnya berada di kompleks makam Golo Paseban Bayat, Klaten.

Dengan tekad yang bermodalkan Al-Qur’an, pengetahuan keislaman, dan jalinan silaturahim yang erat dengan tokoh-tokoh Islam itu, KH. Mufid berketetapan hati mendirikan pesantren yang hingga kini dikenal dengan Pondok Pesantren Sunan Pandananaran (PPSPA)

Sebagai seorang Kiai dan pendiri pondok pesantren, beliau memberikan banyak nasihat kepada santrinya. Berikut ini beberapa nasihat KH Mufid Mas'ud (Pendiri PonPes Sunan Pandanaran) yang diingat para santrinya:

1. Yen wes hatam Qur'an, kudu riyadhoh diposoni dideres ono jero shalat sampek Al Qur'an benar-benar mendarah daging. (Kalau sudah hatam, Al-Qur'an harus diriyadhohi atau ditirakati dengan puasa, baca hafalan Al Qur'an dalam sholat sampai benar-benar mendarah daging).

2- Kowe wes hatam Qur'an ojo kemaki wes lancar, tur ora sregep nderes, aku iki wes hatam puluhan tahun ngroso durung lancar isih kudu nderes. (kalian itu (jika) sudah hatam jangan sombong merasa sudah lancar, terus tidak rajin tadarrus, saya ini sudah hatam puluhan tahun (tetap) merasa belum lancar sampai sekarang masih harus terus tadarrus)

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN