Buletin Jumat Laduni.ID Edisi 29

 
Buletin Jumat Laduni.ID Edisi 29
Sumber Gambar: Laduni.ID

Buletin Jumat Laduni.ID resmi untuk dicetak jarak jauh.

Laduni.ID, Jakarta - Nasehat (dalam bahasa Arab: Nashihah) berasal dari suku kata kerja nashaha- yanshahu-nashihah, artinya menasehati. Untuk menjabarkan arti nasehat ini, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mendefinisikannya dengan menjahit. Apabila dikatakan, “tanashaha al-rajulu tsaubahu”, artinya seseorang telah menjahit pakaiannya. Seorang penasehat disamakan dengan seorang penjahit kain, karena usaha seorang penasehat untuk menyampaikan fatwa-fatwanya demi kemaslahatan bersama, adalah sama dengan pekerjaan seorang penjahit yang selalu menusukkan jarum dan benang pada kain sasarannya dengan maksud untuk merajut dan mencipta mode pakaian yang sesuai dengan kehendaknya atau untuk memperbaiki pakaian yang telah rusak. (Fatchurrahman: 1966: 1/68)


Pendapat lainnya mendefinisikan nasehat dengan membersihkan. Apabila dikatakan, nashahtu al-‘asala, artinya aku telah membersihkan madu dari malamnya (yang menjadi sarang lebah). Seorang pemberi nasehat hendaknya membersihkan ucapan-ucapan yang dapat menimbulkan tipu muslihat, khianat, dan fitnah. Sebagaimana tukang madu membersihkan madu dari malam yang melekat. Pendapat terakhir ini mengharapkan kepada para penasehat agar ikhlas dan tulus dalam menjalankan tugas-tugas syariat. Nasehat dalam arti ikhlas ini disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:           

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN