Biografi KH. Anwar Nur

 
Biografi KH. Anwar Nur

Daftar Isi Profil KH. Anwar Nur

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mendirikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang
  6. Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang
  7. Karomah

Kelahiran

KH. Anwar Nur merupakan sosok kiai yang lahir di Probolinggo (tidak diketahui tanggal dan tahun kelahirannya). Beliau adalah salah satu putra dari sepuluh bersaudara, dari kiai dari Probolinggo, yaitu KH. Nur.

Saudara KH. Anwar yang masih hidup tinggal seorang bernama KH. Thoyib pengasuh salah satu Ponpes di Probolinggo.

Wafat

Di akhir hayat beliau tidak ada waktu untuk tidak digunakan untuk dzikir dan membaca Al Qur’an. Lisan beliau tidak bernah berhenti untuk dua hal tersebut. Kiai Badruddin, salah seorang putra Kiai Anwar menceritakan, beliau kadang tidak tahu kapan waktu tidur Kiai Anwar.

Ibu Marwiyah mengatakan kepadanya, “Lihatlah abahmu, dalam keadaan tidur beliau masih berguman membaca surat Yasin.”

Akhirnya, pada tahun 1992, KH. Anwar Nur berpulang kehadirat Allah SWT. Jasad beliau dimakamkan di Komplek Pesantren An-Nur Bululawang.

Keluarga

KH. Anwar Nur melepaskan masa lanjangnya dengan menikahi seorang gadis Bululawang yang bernama Marwiyah. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai empat orang putra dan tiga orang putri. Dari ketujuh putra itu, semuanya mendirikan Pondok Pesantren yang tersebar di Malang, Pasuruan dan Lumajang.

Pada mulanya pesantren ini hanya mendidik santri putra yang dipimpin langsung KH. Anwar Nur . Baru pada 1960 mendidik santri putri, setelah putri beliau kembali dari belajarnya di salah satu pesantren di Jombang.

Pendidikan

KH. Anwar Nur termasuk sosok yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Seluruh waktu beliau digunakan untuk memperdalam ilmu agama Islam. Beliau tidak hanya berguru kepada seorang kiai dan satu pesantren saja. Tetapi berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren lain, seperti :

  1. Pondok Pesantren Bladu Gending Probolinggo yang diasuh oleh paman beliau sendiri yaitu KH. Fathulloh Umar.
  2. Pondok Pesantren Sono Buduran Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Zyarkasi.
  3. Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.
  4. Mengaji pada KH. Abdul Aziz di Probolinggo
  5. Pondok Pesantren Siwalan Panji Sidoarjo yang diasuh oleh KH. Chozin dan KH. Hasyim.

Mendirikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang

KH. Anwar Nur mendirikan pesantren di Bululawang berkat petunjuk dari guru beliau ketika masih belajar di salah satu Pesantren. Berdasarkan petunjuk tersebut, kemudian beliau berjalan ke arah selatan, dan sampailah di Bululawang.

Satu hal yang selalu beliau pegang dari petunjuk guru beliau adalah mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat dalam keadaan apa pun. Karena itu, seluruh waktu beliau digunakan untuk mengajarkan ilmu agama. Di sela-sela mengajar, beliau meracik dan menjual jamu tradisional ke desa-desa sekitar.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup beliau, juga untuk bisa berhubungan dengan masyarakat. Di desa itu, beliau diambil menantu oleh keluarga kaya. Setelah mempersunting gadis Bululawang yang bernama Marwiyah, dengan bantuan orangtua dan masyarakat di sekitarnya yang dengan rela mewaqafkan tanahnya untuk kepentingan Islam, maka dibangunlah sebuah mushola di belakang rumah beliau, dan beberapa kamar untuk tempat tinggal beberapa santri nantinya. Untuk kebutuhan harian disediakan lahan pertanian seluas 2 hektar.

Secara resmi Pesantren itu didirikan pada tahun 1942, dan diberi nama An Nur, yang merupakan kepanjangan dari Anwar Nur, sesuai nama pendirinya.

Dalam usaha mengembangkan lembaga pendidikan Islam ini dibentuklah Yayasan Pendidikan An-Nur. Selain sistem pendidikan pesantren terus dikembangkan, Yayasan An-Nur juga mendirikan sistem pendidikan formal mulai Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, SMP, SMU An Nur. Karenanya pada 1973, An Nur ditetapkan Pemda Kabupaten Malang sebagai pesantren percontohan ‘Pilot Proyek Pondok Pesantren’. Semasa hidupnya perhatian beliau lebih banyak dicurahkan kepada pesantrennya.

Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang

Semasa hidupnya, KH. Anwar Nur adalah sosok ulama yang memiliki kharisma, ilmu pengetahuan dan kealiman tinggi di kalangan masyarakat, akhirnya membuat KH. Anwar Nur ditunjuk untuk menjabat sebagai mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang.

Karomah

Suatu ketika KH. Drs. Ahmad Hasyim Muzadi pernah mengatakan dalam salah satu ceramahnya, ada dua orang yang sangat berpengaruh bagi dirinya. Pertama KH. Abdullah Faqih, Pengasuh Ponpes Langitan Tuban. Kedua KH. Anwar Nur, Pengasuh Ponpes An-Nur Bululawang. Kiai Hasyim mengatakan, ketika beliau diajak bepergian oleh Kiai Anwar sampailah di sebuah daerah persawahan di Blimbing (sekarang Jalan Cengger Ayam).

KH. Anwar Nur berkata kepada Hasyim, “Di sini nanti tempat kamu mendirikan pesantren.”

Kiai Hasyim bertanya-tanya, bukankah ini tanah orang. Tapi, beberapa tahun kemudian, ternyata perkataan Kiai Anwar itu terbukti. Atas Takdir dan Karunia Allah, di tanah tersebut berdiri Pondok Mahasiswa Al Hikam, diasuh Kiai Hasyim Muzadi, yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU.

Selain itu, dikisahkan juga bahwa KH. Anwar Nur adalah sosok ulama yang bisa membaca kitab milik santri dalam keadaan terbalik.