DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Yudistira adalah tokoh sentral dalam epik Mahabharata, dikenal sebagai putra sulung Pandu dan Dewi Kunti
Dewi Ambika (Ambalika) dan Dewi Ambaliki (Ambiki) adalah putri Raja Prabu Darmahumbara atau Prabu Darmamuka dari Kerajaan Giyantipura, yang dalam Mahabharata juga dikenal sebagai Kerajaan Kasi atau Kasipura.
Wayang yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg atau berhenti. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya. karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh.
Dalam khazanah wayang kulit Jawa, Bagong bukan sekadar tokoh pelawak pengundang tawa. Ia adalah simbol pergulatan batin manusia antara kebenaran dan penyimpangan.
Nama Adirata mungkin tidak sepopuler Karna dalam kisah Mahabharata. Namun, perannya sebagai ayah angkat justru menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup salah satu tokoh paling tragis dan agung dalam dunia pewayangan itu.
Dewi Amba adalah putri sulung Prabu Darmahumbara, raja Giyantipura, dari permaisuri Dewi Swargandini. Ia memiliki dua adik kandung, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika.
Drestajumena ksatria tampan yang hangat dalam pergaulan, dia adalah putra bungsu Prabu Drupada, raja negara Pancala dengan Dewi Gandawati. Dia memiliki kakak kandung yaitu Dewi Drupadi dan Dewi Srikandi.
Arjuna merupakan putra ketiga dari Dewi Kunti dan Prabu Pandu, memiliki kakak Puntadewa dan Bima. Memiliki adik dari beda ibu, yaitu kembar Nakula dan Sadewa.
Puntadewa merupakan putra Prabu Pandu dengan ibunda Dewi Kunti, dia memiliki adik seibu kandung Bima dan Arjuna, juga memiliki adik kembar seayah dengan ibu Dewi Madrim, yaitu yaitu Nakula dan Sadewa
Dalam dunia pewayangan, nama Bima menempati ruang terhormat. Ia dikenal sebagai penegak Pandawa, sosok ksatria yang tampil dengan figur birawa bertubuh atletis, tinggi besar, berotot, dan memiliki postur sempurna seorang petarung. Ketika berjalan, Bima memancarkan wibawa bak raja hutan, dadanya bidang, perutnya kecil dan atletis, sekaligus gerak langkahnya penuh keyakinan.