Serial Tokoh Wayang: Bagong, Lucu dan Periang dalam Tawakal
Laduni.ID, Jakarta - Dalam khazanah wayang kulit Jawa, Bagong bukan sekadar tokoh pelawak pengundang tawa. Ia adalah simbol pergulatan batin manusia antara kebenaran dan penyimpangan. Nama Bagong diyakini berasal dari kata baghaa, yang bermakna menentang atau membangkang. Makna ini merepresentasikan sikap perlawanan terhadap nilai kebaikan dan keluhuran, sebuah fase ketika manusia tergelincir dari fitrah kesuciannya.
Namun, perlawanan dalam diri Bagong bukanlah titik akhir. Setelah melalui proses introspeksi dan ekstropeksi memandang ke dalam diri sekaligus memperhatikan lingkungan muncul kesadaran bahwa sikap menyimpang tersebut adalah kesalahan. Kesadaran inilah yang menjadi pintu perubahan.
Filosofi tersebut divisualkan dalam perwujudan Bagong. Kalung berbentuk cermin yang dikenakannya melambangkan keharusan mawas diri, keberanian bercermin pada kekurangan pribadi sebelum menilai orang lain. Mata Bagong yang besar menjadi simbol ekstropeksi: kepekaan membaca perilaku sosial dan realitas sekitar. Dengan demikian, Bagong mengajarkan keseimbangan antara kritik diri dan kepedulian sosial.
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp633.000
Rp295.400
Rp162.000
Rp176.000
Memuat Komentar ...