Konsultasi Siap Nikah Umur 25 Tahun: Bagaimana Cara Menjadi Seorang Perfeksionis yang Positif?

Konsultasi Siap Nikah Umur 25 Tahun: Bagaimana Cara Menjadi Seorang Perfeksionis yang Positif?

Assalamu’alaikum wr wb.
Mbak Nur, saya Almira, 21 tahun. Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi. Saya ingin skripsi saya berbeda dengan yang lainnya dan sempurna mbak. Namun, terkadang pemikiran ini membuat saya jadi menunda-nunda pengerjaan skripsi dengan dalih tidak mendapatkan tema yang sesuai dengan  yang saya inginkan. Alhasil, skripsi saya malah mandeg alias jalan di tempat. Gimana ya mbak ? apa yang harus saya lakukan ? Mohon pencerahannya terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb. 

Almira di Yogyakarta

Tanggapan :
Wa’alaikumsalam wr wb.
Halo Almira, karakter kamu menunjukkan bahwa sebenarnya kamu seorang yang perfeksionis. Perfeksionis terbagi menjadi dua. Perfeksionis positif dan perfeksionis negatif. Seorang perfeksionis yang positif dia akan berorientasi pada prestasi, sebaliknya yang negatif  berorientasi pada kegagalan. Maksudnya adalah yang positif mengerjakan tugas dengan sempurna, standar keberhasilannya tinggi karena ingin memperoleh prestasi yang baik, sedangkan yang berorientasi negatif mengerjakan tugas dengan sempurna karena ia takut gagal. Perfeksionis negatif akan lebih mudah frustrasi dan depresi apabila mengalami kegagalan. 

Baca juga: Sistem kebut semalam apakah efektif?

Seorang yang perfeksionis memiliki kelebihan memiliki standar pribadi yang tinggi, kualitas kerja tinggi, teliti, selalu mempersiapkan segala sesuatu. Seorang perfeksionis menjadi buruk apabila kurang efisien, sering menunda pekerjaan, menyalahkan diri sendiri dan butuh waktu lama dalam mengerjakan sesuatu. 

Naaah, kamu tipe yang mana nih ? Sekarang ubahlah perfeksionismu itu menjadi berorientasi pada prestasi. Penjelasan di atas juga membuatmu tahu kelemahan dari pribadi perfeksionis yang bisa kamu gunakan untuk introspeksi diri. 

Kunci dari permasalahanmu sekarang adalah, kerjakan skripsimu sekarang, jangan menunda. Konsultasikan selalu pada dosenmu, karena jika kamu berkonfrontir dengan pikiranmu sendiri tanpa mendapatkan penjelasan dari orang yang lebih berilmu bisa membuatmu salah dan tidak yakin. Akhirnya kamu akan ragu-ragu dan menunda lagi pengerjaan skripsimu. 

Baca juga: Bagaimana cara menghadapi anak yang pemarah dan Sering berhalusinasi?

Ayok semangat, pergunakan waktumu sebaik-baiknya. Jalan menuju masa depanmu masih panjang, mulailah melangkah dengan mengerjakan skripsimu sekarang. Good Luck. 
Semoga mencerahkan ya. 
Wassalamu’alaikum wr wb.

Nur Chasanah, S. Psi
Pengampu Konsultasi Remaja siap Nikah Usia 25 Tahun
Follow IG:  @smu25tahun  dan Facebook: sukses menikah umur 25 Tahun