Sosok Syekh Abdul Aziz Samalanga Sang Waliyullah, Ini Ceritanya #6

Sosok Syekh Abdul Aziz Samalanga Sang Waliyullah, Ini Ceritanya #6

LADUNI.ID, ULAMA- Syekh Abdul Aziz Samalanga (Abon Aziz Samalanga) teemasuk ulama yang diberi kelebihan mengetahui persoalan yang akan terjadi kedepan atau bahasa lain disebut kasyaf dan ini merupakan salah satu karamahnya.

Banyak kejadian yang beliua prediksikan ternyata benar di kemudian hari. Diantaranya pernah pada suatu ketika, salah seorang pelajar yang di kenal cerdas dan pandai serta telah mengaji beberapa tempat dayah besar di Aceh bahkan juga telah mengenyam pendidikan di Timur Tengah ( Arab Saudi). Pasca beliau pulang ke Aceh, sebagai rasa takdhimnya dengan melakukan kunjungan silaturrahmi ke beberapa ulama besar Aceh,  termasuk ke kediaman Syekh Abdul Aziz.(Abon Aziz Samalanga)

Saat berkunjung ke rumah Syekh Abdul Aziz (Abon Aziz Samalanga)beliau bersama dengan temannya yang juga di kenal beraliran " radikal" terhadap faham wahabi. Sang tamu itu mewacanakan dan membicarakan keinginan bagaimana dalam meredam dan menghancurkan faham wahabi. Singkat cerita dalam diskusi tersebut sang tamu yang pernah berguru ke Timur Tengah menyebutkan bahwa beliau sengaja bergaul dengan sekte kaum wahabi dengan sebuah tujuan untuk menarik kembali  mereka yang telah tersesat itu ke jalan yang benar.

Penjelasan sang tamu itu sangat "tersentak" Syekh Abdul Aziz Samalanga,  Syekh Abdul Aziz pun dengan cekatan menanggapinya“Pu tapegah di gata! tajak kawee yee dengan Jaloe, nyan jaloe-jaloe ka lam babah yee hana tathe” (Apa yang engkau katakan, engaku itu ingin memancing ikan hiu, tanpa di sadari, engkau dan kapal  sudah dalam mulut hiu tapi kamu tidak menyadarinya).

Pelajaran yang dapat di petik dari ungkapan itu, dimana Syekh Abdul Azis (Abon Aziz Samalanga) membantah dakwaan tamu itu bahwa tamu itu berteman dengan wahabi demi menarik wahabi ke jalan yang benar, Abon Aziz menyebutkan bahwa perbuatannya tersebut akan berefek dia sendiri akan terjatuh dalam aqidah wahabi tanpa disadarinya.

Hal itu terbukti di kemudian hari. Pada saat itu, belum tampak geligat yang berbeda pada diri tamu yang juga santri yang kemudian hari menjadi ulama tersebut, dia masih bersikap layaknya lulusan dayah biasa yang sangat menentang pemahaman kaum wahabi. Namun lama kelamaan, sikapnya mulai menampakkan perubahan  dan sangat pro kepada wahabi.

Sang tamu alumni Timur Tengah itu mulai menyerang berbagai amaliyah yang sudah praktekkan  secara turun menurun baik dalam masyarakat maupun di dayah, seperti berdoa setelah shalat, maulid, tahlilan, mencium tangan ulama,  dan masih banyak lainnya.

Waktu terus berputar, rupanya firasat  yang pernah Syekh Abdul Aziz utarakan tepat sasaran dan tidak meleset. Kebenaran firasat tersebut terkuak pada tahun 1995, ketika itu gubernur Aceh bapak Syamsuddin Mahmud membawa para ulama-ulama Aceh keliling dunia, rupanya sang alumni timur tengah yang sempat berdialog tersebut, masih  sekamar dengan Al-Mukarram Abu Mudi, dalam bincang-bincangnya dan tanpa menyadari, dia buka kartu bahwa alumni Timur Tengah itu mendapat fasilitas dan gaji sekian dari pemerintah Arab Saudi dengan satu misi untuk menyebarkan paham Wahabi di tanah Rencong Aceh.

Walhasil beliau kini telah menjadi ulama di kalangan masyarakat dan sampai saat ini sikapnya semakin jauh masuk dalam aqidah wahabi bahkan menjadi agen Wahabi, pemahaman seperti inilah yang di maksudkan oleh Syekh Abdul Aziz katakan.

Berdasarkan penjelasan bahwa firasat yang telah disebutkan oleh Syekh Abdul Azis Samalanga (Abon Aziz) tepat sesuai presiksi beliau. Jelaskaj bahwa sosok Syekh Abdul Aziz bin M.Saleh atau masyarakat Aceh menyebutnya Abon Aziz Samalanga merupakan seorang Waliyullah.

Namun apabila pembaca masih ragu Syekh Abdul Aziz Al-mantiqi sosok Waliyullah, pernah suatu ketika dalam perayaan HAUL Syekh Abdul Aziz, salah seorang Syekh Yaman bertanya kepada guru senior dayah MUDI yang juga alumni Yaman," Siapa nama Waliyullah Haul Hari Ini"?

Sang guru menjawab:" Syekh Abdul Aziz bin Muhammad Saleh"...!!! Masihkah belum yakin Syekh Abdul Aziz Waliyulllah?

Allahummagfrlahu….

Wallahu 'Alam Bishawab

***Helmi Abu Bakar El-Langkawi, Penggiat Literasi asal Dayah MUDI Samalanga