Luar Biasa, Kitab Ulama Nusantara Ditampilkan dalam Pameran Buku Internasional di Maroko

Luar Biasa, Kitab Ulama Nusantara Ditampilkan dalam Pameran Buku Internasional di Maroko

LADUNI.id - Bersamaan dengan dilaksanakannya pameran buku internasional yang ke-25 di Casablanca, Maroko, Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Maroko kembali ikut serta dalam memamerkan karya ulama nusantara seperti tahun sebelumnya. 

Tema yang diusung kali ini adalah Peran Ulama Nusantara dalam Menyebarkan Islam Moderat melalui Karya-Karyanya.

Dengan terlaksananya pameran ini untuk kedua kalinya, panitia pelaksana pameran telah menambah jumlah buku yang akan dipasarkan. Dari yang sebelumnya 102 judul kini bertambah menjadi 168 judul dengan 500 eksemplar. Karya-karya KH Ali Mustofa Yaqub, KH M. Akhsin Sakho, dan KH Yasin Asymuni juga turut dihadirkan dalam acara yang rutin berlangsung sejak tahun 1987 ini.

Stan pameran buku PCINU Maroko dibuka oleh Hanung Nugraha, KUAI KBRI Rabat dan dihadiri juga oleh Sayyidah Adilah, pihak kementerian pariwisata Maroko. Keduanya sangat mengapresiasi keikutsertaan PCINU Maroko dalam melanjutkan pemasaran buku karangan ulama Nusantara.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Achmad Sri Bintang, pameran ini juga sebagai rentetan Peringatan Harlah NU ke-93 dan inilah persembahan dari kepengurusannya untuk masyayikh NU.

"Meskipun masih tergolong sederhana dan banyak kekurangan, Alhamdulillah pameran kali ini berjalan lancar, dan mendapat apresiasi dari beberapa masyayikh Maroko, seperti Syaikh Dr. Aziz Idrisi Al-Kubaiti, dan Syaikh Abdul Mun'im bin Shiddiq Al-Ghumari," sambung Muhibburrahman, Ketua Panitia Pameran Kitab Ulama Nusantara Tahun 2019.

Bintang berharap karya-karya ulama Nusantara lebih dikenal di dunia Internasional, terutama di dunia barat Islam seperti Maroko. Oleh karenanya, karya-karya ulama harus didata dengan baik dan dicetak dengan layak serta diperbanyak agar dapat dieksplorasi oleh publik.

"Sekalipun ini baru kedua kalinya, kami berharap upaya memperkenalkan khazanah ulama Nusantara ini terus dilaksanakan oleh generasi penerus kami," pungkasnya. (Nuri/NU Online)