Menjelajah Wisata di Ketapang dan Berziarah di Makam Tujuh Keramat

Menjelajah Wisata di Ketapang dan Berziarah di Makam Tujuh Keramat

Kabupaten Ketapang merupakan salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Barat. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Ketapang, sebuah kota yang terletak di tepi Sungai Pawan.

Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang merupakan kabupaten terluas, memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian pantai yang merupakan muara sungai, berupa rawa-rawa terbentang mulai dari Kecamatan Teluk Batang, Simpang Hilir, Sukadana, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Kendawangan dan Pulau Maya Karimata, sedangkan daerah hulu umumnya berupa daratan yang berbukit-bukit dan diantaranya masih merupakan hutan.


Kabupaten Ketapang banyak objek wisata yang dapat dijumpai. Dari sekian banyak tersebut, objek wisata yang tak kalah peminatnya adalah wisata ziarah. Wisatawan lokal maupun mancanegara kerap melancong ke Bumi Ale-ale untuk berwisata di objek wisata ziarah.


Objek wisata ziarah yang disuguhkan, misalnya, mendatangi Makan Kerajaan Tanjung Pura, Makam Keramat Tujuh, Makam Keramat Sembilan, Makam Pahlawan, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak sedikit wisatawan yang datang ke tempat tersebut. Umumnya kedatangan mereka selain wisata juga ingin berziarah. Raja Tanjungpura, namanya banyak diabadikan untuk bangunan strategis pemerintah seperti Universitas Tanjungpura, Kodam Tanjungpura dan Jalan Tanjung Pura. Kabupaten Ketapang.



Lokasi Makam

Kompleks Makam keramat Tujuh secara administatif terletak di Jl. Pangeran Kesumajaya, Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Provinsi Kalimatan Barat. Lokasi kompleks berada di areal kompleks kuburan muslim yang mempunyai luas lahan 3.493,5 m2, terdiri atas dua bangunan bercungkup, bangunan yang pertama mempunyai 5 makam dan banguan yang kedua mempunyai dua makam berikut penjabarannya


 

Sejarah

Peradaban islam di Ketapang dapat diketahui dari beberapa tinggalan arkeologis. Unsur-unsur pemukiman yang masih dapat terlacakyaitu berupa peninggalan makam dengan berbagai bentuk nisan serta inskripsi yang menyertai. Bukti arkeologis di Ketapang mengindikasikan bahwa Islam sudah berkembang pada abad ke-14 dengan bukti tertulisnya inskripsi jawa kuno pada nisan dengan angka tahun 1437.

Kuliner dan Oleh-oleh Khas Ketapang

1. Ale-ale
Ale-ale adalah sejenis hewan air yang menyerupai kerang. Hewan air ini juga dijadikan simbol atau tagline kota Ketapang. Menurut mitos yang beredar, Ale-Ale adalah sejenis hewan yang berasal dari buah pohon Ketapang yang jatuh ke dalam sungai. Sulit untuk mempercayai-nya memang, maka hal ini lebih sering disebut sebagai mitos.
 
Ale-ale juga dapat diolah menjadi berbagai macam masakan seperti sambal ale-ale, ale-ale tumis, serundeng ale ale, ale ale kuah kental, ale ale asam garam, sate ale ale dan lain lain. Selain itu cara sederhana untuk menikmati ale ale ini adalah di rebus dengan garam. Selain lezat, ale ale memiliki kadar protein yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan kita.

 
 
2. Amplang

Kota ketapang juga terkenal dengan makanan ringan yang asli dari Kabupaten Ketapang yang disebut “Amplang”. Biasanya para wisatawan yang datang ke kota Ketapang tidak lupa untuk membeli Amplang buantan asli kota ketapang untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh pulang. Untuk bahan dasar pembuatan menggunakan ikan tenggiri atau ikan belida.


 

3. Jenjorong
Jenjorong adalah makanan khas ketapang yang berbahan dasar tepung beras, tepung kanji, gula merah, air daun suji dan pandan, serta santan encer. 
 
Jenjorong menggunakan wadah atau tempat daun pandan. Daun pandan di sini bukanlah daun pandan yang biasa di gunakan untuk memasak tetapi daun pandan yang besar atau biasa yang kita temui daun pandan yang berduri.
 
 
 
4. Ketupat Colet
Secara fisik, ketupat ini tak jauh berbeda dengan ketupat yang dikenal selama ini. Namun yang menjadi perbedaannya adalah cara memakannya yang unik.
 
Ketupat dan rendang sapi atau ayam maupun lauk yang lainnya tidak langsung dicampur lalu dimakan. Tapi, cukup mencolekkan bagian ketupat ke rendang kemudian baru dimakan.
 

 5. Asam Pedas Tempoyak

Asam pedas merupakan Makanan khas kalimantan Barat terutama bagi suku melayu, asal makanan ini dari daerah Ketapang Kalimantan Barat.Jika asam pedas memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Barat, namun yang membedakan asam pedas khas Ketapang dengan yang lainnya adalah penambahan tempoyak.

Asam pedas khas Ketapang menggunakan ikan patin sebagai bahannya. Ikan patin memiliki daging yang lembut serta rasa yang khas.Sangat cocok jika dikombinasikan dengan tempoyak. Asam Pedas Tempoyak ini semakin nikmat jika ditemani dengan nasi panas.

6. Lempok Durian

Pontianak terkenal dengan hasil limpahan buah duriannya. Nah oleh karena itu, tentu ada ciri khas makanan yang terbuat dari durian, yakni Lempok Durian. Kue satu ini andalannya warga Pontianak.

Tampilannya hampir serupa dengan dodol serta bertekstur kenyal, namun bedanya lempok durian tidak menggunakan bahan campuran tepung ketan. 100 persen bahannya berasal dari durian, sehingga cita rasa dan aroma duriannya begitu kuat menyeruak di mulut. Pecinta durian pasti bakal ketagihan

 

 

 

 

yang Sudah Mengunjungi Menjelajah Wisata di Ketapang dan Berziarah di Makam Tujuh Keramat