Baru-baru ini, NASA Merilis Hasil Penelitian Terbaru Tentang Cincin Saturnus dari Robot Cassini

Baru-baru ini, NASA Merilis Hasil Penelitian Terbaru Tentang Cincin Saturnus dari Robot Cassini

LADUNI.ID, Washington, D.C - Setelah mengakhiri misi eksplorasi menggunakan robot ruang angkasa Cassini oleh NASA terhadap cincin  milik saturnus pada 2017 silam, maka ditemukanlah baru-baru ini hasil penelitian bahwa cincin milik saturnus memiliki material yang kompleks seperti diukir oleh massa yang tertanam di dalam cincin. 

Kemudian berdasarkan data yang dikumpulkan, dapat diketahui bahwa tekstur dan pola cincin menggumpal layaknya sebuah sedotan serta terungkapnya warna kimia cincin dan perubahan suhu. Hal ini dilaporkan berdasarkan pengamatan dari empat instrumen Cassini yang mengambil pengamatan terdekat ke cincin utama.

NASA juga mengumumkan bahwa bulan-bulan kecil yang tertanam di cincin Saturnus berinteraksi dengan partikel-partikel lain di sekitarnya. Sehingga, Hasil penelitian ini membantu memberikan bukti lebih lanjut bahwa cincin merupakan pintu gerbang ke dalam proses cakram astrofisika yang membentuk tata surya. 

Para peneliti juga menyebutkan bahwa di tepi luar cincin utama Saturnus, terdapat serangkaian goresan serupa dengan goresan pada cincin F yang memliki panjang dan orientasi yang sama. Mereka menyimpulkan goresan itu muncul akibat dari material-material yang ada di sekeliling Saturnus dan mengenai cincin pada saat yang bersamaan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa cincin Saturnus tidak berasal dari puing-puing komet yang menabrak cincin itu.

Ungkap salah satu Ilmuan Cassini, Matt Tiscareno, "Temuan ini merupakan rincian baru tentang bagaimana bulan memahat cincin dengan berbagai cara untuk membentuk tata surya. Selain itu, piringan cincin yang ada di Saturnus berkembang akibat pengaruh massa yang tertanam di dalamnya."

Robot Cassini Huygens sendiri memiliki misi yang merupakan proyek kerja sama antara NASA, ESA (Badan Antariksa Eropa, dan Badan Antariksa Italia. Sedangkan JPL bertugas untuk mengelola misi untuk Direktorat Misi Sains NASA di Washington.