09 Apr 2021 · 27.653 dibaca · Tekno & Disruption
Bob: “Aku bisa bisa aku aku segalanya.”
Alice: “Bola-bola punya kosong kepadaku kepadaku kepadaku kepadaku kepadaku kepadaku kepadaku kepadaku.”
LADUNI.ID, Jakarta - Bagi Anda, percakapan di atas memang tidak masuk akal. Namun, percakapan tersebut adalah hasil diskusi dari dua agen kecerdasan buatan milik Facebook yang terlalu canggih dan efisien untuk bahasa manusia.
Pada awalnya kedua agen tersebut diminta untuk berkompetisi satu sama lain agar kemampuannya meningkat. Namun, kesalahan dalam program membuat mereka memutuskan bahwa berbicara seperti manusia tidak menguntungkan.
“Tidak ada keuntungan (bagi mereka) untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi, agen mulai menjauh dari bahasa yang kita mengerti dan membentuk kode untuk mereka sendiri,” kata Dhruv Brata, seorang peneliti dari Georgia Tech yang berkunjung ke Facebook AI Research (FAIR), sebagaimana dikutip Laduni.ID dari laman Wowfact, Jumat (9/4/2021).
Dia melanjutkan, seperti kalau saya bilang &lsq
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+