Lintas Religi dan berdoa di Makam KH. Abdullah bin Nuh Cianjur

Lintas Religi dan berdoa di Makam KH. Abdullah bin Nuh Cianjur

Sekilas Biografi

KH. Abdullah bin Nuh merupakan ulama besar dan berpengaruh, sastrawan, dan pendidik. Ia dikenal sebagai pendiri pesantren Al Ghozali, Bogor.

KH. Abdullah bin Nuh dilahirkan di Kampung Bojong Meron, Kota Cianjur, pada 30 Juni 1905 ini. Ayahnya bernama Raden H Mohammad Nuh bin Idris dan ibunya Nyi Raden Aisyah bin Raden Sumintapura. Kakek almarhum dari pihak ibu adalah seorang wedana di Tasikmalaya.

Sejak kecil mendapat pendidikan agama Islam yang sangat dari ayahnya, yakni K.H.R. Muhammad Nuh bin Muhammad Idris. Juga seorang ulama besar, pendiri Sekolah Ai’ianah Cianjur.

Dalam pengawasan ketat ayahnya ini, Abdullah kecil belajar agama dan bahasa Arab setiap hari. Sehingga dalam waktu relatif masih muda, ia sudah mampu berbicara bahasa Arab. Di samping itu mampu pula menalar kitab alfiah (kitab bahasa arab seribu bait) serta swakarsa belajar bahasa Belanda dan Inggris.

Berbekal ilmu yang telah dikuasainya itu, Abdullah bin Nuh muda mengajar di Hadralmaut School. Sekaligus menjadi redaktur majalah Hadralmaut, sebuah mingguan berbahasa Arab yang terbit di Surabaya, Jawa Timur sejak tahun 1922 hingga tahun 1926. Setelah itu ayahnya mengirim Abdullah untuk menimba ilmu di Fakultas Syariah Universitas AI-Azhar, Kairo, Mesir.

Madrasah Syamailul Huda Pekalongan ialah samudera tempat menimba tinta mas Ilmu Ilahi. Internatnya laksana ladang tempat mendulang berlian llmu Agama Allah SWT. Maka tidak sedikit pentolan-pentolan Ulama dan pahlawan yang dihasilkan dari Madrasah tersebut. Di antaranya yang berhasil dengan gemilang dan menonjol sekali KH. Abdullah bin Nuh, putra Cianjur, sehingga ia menjadi kesayangan gurunya.

Setelah dua tahun lamanya Abdullah belajar di Al-Azhar, Kairo, Mesir, ia kembali ke tanah air dan aktif mengajar di Cianjur serta Bogor. Hal itu dilakukannya sejak tahun 1928 hingga tahun 1943.

KH Abdullah bin Nuh terkenal dengan pemikirannya yang mendalam tentang al-Ghazali. Pertama, ia mengajar rutin kitab Ihya’Ulumuddin dalam pengajian mingguan yang dihadiri banyak ustadz-ustadz di Bogor, Sukabumi, Cianjur dan sekitarnya. Kedua, sejak kecil ia mendapat pelajaran dari ayahnya Muhammad Nuh bin Idris, kitab-kitab Imam al-Ghazali, di antaranya Ihya’ Ulumuddin. Ketiga, ia menamakan pesantrennya dengan nama Pesantren al-Ghazali.
 

Jasa-Jasanya

  1. Pada tahun 1943 itulah AI-Ustadz Rd. H. Abdullah bin Nuh masuk PETA dengan pangkat Daidanco yang berasrama di Semplak Bogor.
  2. Tahun 1945-1946, ia memimpin Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tahun 1948-1950, ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Yogyakarta.
  3. Dalam masa revolusi fisik ini, ia juga tercatat menjadi salah seorang pendiri Sekolah Tinggi Islam, yang kini dikenal dengan Universitas Islam Indonesia (UII).
  4. Pada tahun 1946 beliau mendirikan STI (Sekolah Tinggi Islam/ UII) bersama dengan KH. Abdul Kohar Muzakkir.


Karyanya

Lebih dari 20 buku telah dihasilkan oleh KH Abdullah bin Nuh dalam berbagai bahasa. Di antara karyanya yang terkenal adalah :
(1) Kamus Indonesia-Inggris-Arab (bahasa Indonesia)
(2) Cinta dan Bahagia (bahasa Indonesia)
(3) Zakat dan Dunia Modern (bahasa Indonesia)
(4) Ukhuwah Islamiyah (bahasa Indonesia)
(5) Tafsir al Qur’an (bahasa Indonesia)
(6) Studi Islam dan Sejarah Islam di Jawa Barat hingga Zaman Keemasan Banten (bahasa Indonesia)
(7) Diwan ibn Nuh (syiir terdiri dari 118 kasidah, 2731 bait)
(8) Ringkasan Minhajul Abidin (bahasa Sunda)
(9) Al Alam al Islami (bahasa Arab)
(10) Fi Zhilalil Ka’bah al Bait al Haram (bahasa Arab)
(11) Ana Muslimun Sunniyun Syafi’iyyun (bahasa Arab)
(12) Muallimul Arabiyyah (bahasa Arab)
(13) Al Islam wa al Syubhat al Ashriyah (bahasa Arab)
(14) Minhajul Abidin (terjemah ke bahasa Indonesia)
(15) Al Munqidz min adl-Dlalal (terjemah ke bahasa Indonesia)
(16) Panutan Agung (terjemah ke bahasa Sunda).

Kiai pejuang ini wafat pada 26 Oktober 1987, setelah kurang lebih 17 tahun bermukim di Bogor dan mengabdikan ilmu agamanya bagi masyarakat sekitar.

Lokasi Makam KH. Abdullah bin Nuh Cianjur

Makam KH. Abdullah bin Nuh berada di pemakaman keluarga Pondok Pesantren Al-Ghazaly, Kota Bogor, Jawa Barat.

 

yang Sudah Mengunjungi Lintas Religi dan berdoa di Makam KH. Abdullah bin Nuh Cianjur