Kisah Ketika Gus Miek Melobi Malaikat Izrail

Kisah Ketika Gus Miek Melobi Malaikat Izrail

LADUNI.ID, Jakarta - Saat itu, KH Ahmad Siddiq Jember (Rais ‘Aam PBNU 1984-1991) sedang sakit keras dan dirawat di RS Dr Sutomo, Surabaya. Setelah beberapa hari para dokter melakukan serangkaian penanganan dan pemeriksaan, pihak RS menyatakan sudah angkat tangan. Akhirnya dikumpulkan semua putra Kiai Ahmad Siddiq di RS, dan pihak RS menyatakan bahwa Kiai Ahmad sudah tidak bisa ditolong lagi kondisinya ngedrop dan divonis paling lama usianya sampai waktu maghrib.

Maka salah satu putra Kiai Ahmad Siddiq pergi mencari Gus Miek untuk mengabarkan keadaan orang tuanya. Setelah bertemu Gus Miek di Ampel Surabaya, maka putra Kiai Ahmad Siddiq bercerita kepada Gus Miek. Mendengar kabar tersebut Gus Miek hanya manggut-manggut, tanpa ada kesan terkejut. Karena Gus Miek memang orang yang tidak mudah terkejut atau heran karena sesuatu.

Maka Gus Miek pun segera pergi menuju RS dengan disertai pengikut Beliau, Pak Slamet SH. Setelah sampai di RS, Gus Miek berwudhu dan berjalan-jalan keliling di sekitar RS. Tak lama kemudian Gus Miek mengajak Pak Slamet makan dikantin RS. Ketika sedang makan Gus Miek menoleh kepada Pak Slamet dan berkata;

“Pak Slamet, tadi saya nyuwun kepada Allah agar Kiai Ahmad dipanjangkan usianya. Tapi cuman dikasih 7 hari.”

Tepat 7 hari setelah Gus Miek dawuh pada Pak Slamet, Kiai Ahmad kapundut.

Suatu ketika Pak Slamet membela seorang klien yang mempunyai masalah besar. Dan tinggal sidang terakhir yang akan dilaksanaksan di kota Gresik. Menurut hitungannya, di persidangan besok pasti menang. Dan Pak Slamet pun pergi menemui Gus Miek untuk memohon do’a restu. Ketika bertemu, Pak Slamet mengutarakan semua kepada Gus Miek.

“Pi do’akan saya, besok saya sidang terakhir di Gresik. Menurut hitung-hitungan saya, besok saya pasti menang.” Gus Miek tersenyum

“Hehh… sampeyan besok pasti kalah…” jawab Gus Miek dengan memberi penjelasan panjang lebar.

Ternyata tepat yang dikatakan oleh Gus Miek, Pak Slamet kalah dalam persidangan.

Ketika Pak Slamet bertemu dengan Gus Tajud (putra Gus Miek) maka diceritakan semua itu.

“Sebenarnya PAPI (banyak pengikut Gus Miek yang akrab memanggil beliau PAPI) itu belajar tentang hukum dimana Gus? Kok bisa tepat sekali yang Papi jelaskan. Seumpama Papi jadi pengacara, pasti menangan Gus”

Pak Slamet SH adalah seorang pengacara. Beliau salah satu dari 4 sekawan yang diberi ijin menjenguk dan menunggu Gus Miek ketika sedang di rawat di RS Budhi Mulya Surabaya. (Mukhlis)