Klarifikasi dan Permintaan Maaf Gus Muwafiq Atas Pernyataan Masa Kecil Rasulullah

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Gus Muwafiq Atas Pernyataan Masa Kecil Rasulullah

LADUNI.ID, Jakarta - KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq memberikan klarifikasi atas tuduhan bahwa dirinya menghina Nabi Muhammad SAW. Klarifikasi tersebut disampaikan Gus Muwafiq melalui sebuah video yang diterima Laduni.id, Senin (2/12).

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barokatuh. Saya Ahmad Muwafiq. Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta sama Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah,” terang Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq juga menyatakan bahwa kalimat yang disampaikannya di Purwodadi tersebut sebetulnya adalah tantangan hari ini. Bahwa, lanjut Gus Muwafiq, millenial ini selalu berdiskusi dengannya tentang hal tersebut.

“Saya yakin dengan seyakin-yakinnya Nur Muhammad itu memancarkan sinar, akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu dan semakin dijawab semakin tidak ada jeluntrungannya,” jelas Gus Muwafiq.

Dalam video tersebut, Gus Muwafiq juga memberikan klarifikasi terkait berbagai redaksi kata yang dipakai di dalam ceramanya.

“Lantas kemudian terkait dengan kalimat rembes, rembes itu dalam bahasa Jawa artinya, punya umbel (ingus), tidak ada lain. Bahasa saya rembes itu ubelen itu (keluar ingusnya). Ini terkait juga dengan pertanyaan biasanya, ‘apakah anak yang ikut kakenya akan bersih?’ Karena kakek dengan penuh cintanya sama anak sama cucu sampai kadang cucunya apa apa juga boleh. Hal itu aja yang sebenarnya,” terang Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq juga mengungkapkan rasa syukur bahwa dirinya sudah diingatkan, bahkan ia juga mengucapkan terima kasih. Dirinya juga menjelaskan bahwa tidak ada sedikit pun niat untuk menghina Rasulullah.

“Nah sekarang alhamdulillah saya diingatkan. Terima kasih, dan demi Allah tidak ada sedikit pun saya menghina Rasulullah. Saya dari kecil dididik untuk menghargai Rasulullah. Ini bukan masalah keyakinan. Ini tantangan. Kita sering ditantangan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan millenial. Yang kadang kita sendiri sudah tidak tahu jawabannya karena mereka sudah tidak percaya dengan jawaban-jawaban kita,” ujar Gus Muwafiq.

Oleh karena itu, setelah melakukan klarifikasi terhadap pernyataannya, maka Gus Muwafiq memohon maaf jika kalimat-kalimat yang diucapkan Gus Muwafiq dianggap terlalu lancang.

“Untuk seluruh kaum muslimin di Indonesia apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud menghina. Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar lebih beradab kepada Rasulullah.Dengan kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap kalimat ini cukup berat. Kepada seluruh kaum muslimimn. Saya mohon maaf. Assalamu’alaikum… ,” ucap Gus Muwafiq mengakhiri.