DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Demikianlah sifat Allah, ada sebelum semuanya ada dan tetap ada bila semua tiada. Itulah makna kalimat Ada bagi Hak Allah.
Suatu hari Kiai Soleh bersama Istri dan anak putrinya sowan menghadap Mbah Syaiban di kediamannya, Desa Wonorojo, Tamanrejo, Sukorejo, Kendal. Setelah lama bercengkerama, tak terasa adzan Maghrib berkumandang dan Kiai Soleh pun hendak melaksanakan sholat Maghrib bersama istrinya di Masjisld Baitul Muttaqin Wonorojo yang berada tepat di depan rumah Mbah Syaiban.
Laduni.ID Jakarta - Di Kufah Imam Abu Hanifah mempunyai tetangga yang pekerjaannya jadi tukang sepatu.
Ini kisah tentang seorang perempuan dari Negeri seberang yang bekerja di USA. Dia berjilbab & memiliki akhlak yang bagus, suka membaca Ayat Kursi.
Laduni.ID Jakarta - Dikisahkan bahwa sopan santunnya beliau Syaikh Sayyid Abubakar sampai tidak pernah ditemukan duduk beliau duduk didepan tamu dan muridnya selain duduk rarabu' (duduk sopan).
Dalam sesi tanya jawab pada munas Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) tahun 2001, ada seorang alumni yang menanyakan kepada Masyayih tentang santri yang diboyongkan/dikeluarkan dari pondok, apakah boleh dan bisa diakui menjadi anggota Himasal?
Entah itu ketika pas kebetulan temannya sedang mayoran, atau pun ketika hari sedang baik karena ada teman sekamar yang kiriman. Ia selalu menolak ketika ditawari makan tempe, meski hanya sepotong sehingga akhirnya teman-teman seperjuangannya mengira bahwa Kang Manab itu mengidap alergi pada makanan berbahan baku kedelai tersebut.
Semua hal baik yang bisa segera kita lakukan, maka segerakanlah sebab jika tidak disegerakan hal baik itu akan terbuang secara percuma.
Laduni.ID Jakarta - kisah tragis santri yang hafal kitab tuhfatul muhtaj yang jadi penjual arang. Dahulukan akhlak sebelum ilmu. Dengan ahlaklah kamu bisa memahami ilmu
Laduni.ID Jakarta - Para kiai pesantren itu khas, juga unik. Para kiai itu istiqomah dalam ngaji, sangat sabar dalam mendidik santri. Sehari-sehari para kiai tak pernah sepi dari ngaji, sekaligus tidak pernah putus dalam ibadahnya