Kolom

 

Gus Nadir: Iman dan Islam dalam Relasi sosial

“...dan berbuat baiklah kepada tetangga, maka kamu akan menjadi Mu’min, dan cintailah untuk manusia seperti apa yang kamu cintai untuk dirimu sendirimu, maka kamu akan menjadi Muslim.” (Musnad Ahmad, Hadis No 7748 dan Sunan at-Tirmidzi, HN 2227)

Gus Nadir: Konsep Ukhuwah itu Menuju kepada Rahmatan Lil’alamin

Pentingnya persaudaraan itu, dalam hadits Nabi disebutkan, "Belum disebut beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari Muslim)

Belajar Keberagamaan dari Lionel Messi

Beberapa hari yang lalu saya mendengar petani yang bertamu ke rumah mengungkapkan kekecewaannya menanggapi salah satu sesi pertandingan sepak bola di Piala Dunia 2018,

Gus Nadir: Tak Lagikah Kita Mengingat bahwa Kita Adalah Indonesia

Dimana Bhineka Tunggal Ika? Dimana Rambate Rata Hayo? Di mana hilangnya pribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Sudah bergeser jauhkah sistem budaya kerja sama dan saling menolong, dan sekarang saling melolong.

KH. Husein Muhammad: Ini Beda Penceramah dengan Intelektual

Buya Husein Muhammad menjelaskan dalam postingan di laman facebook pribadinya, Senin (2/8/2021) bahwa penceramah atau muballigh memiliki perbedaan dengan intelektual atau pemikir.

Gus Nadir: Jadikanlah Sabar Sebagai Penolongmu

Orang tua itu dikejar-kejar pasukan Romawi. Dengan pengikutnya yang tidak seberapa, mereka berhasil lolos dari kepungan. Mereka berhasil keluar dari kota, dan malam itu mereka beristirahat melepas lelah. Peter, nama orang tua itu, bersiap untuk beristirahat. Tiba-tiba dia ‘melihat’ Yesus berjalan melintasinya.

Gus Nadir: Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita

Musibah Pandemi yang melanda dunia, dan Indonesia saat ini atas pengetahuanNya. Kita bisa menghadapinya dengan keresahan, Allah pasti tahu. Kita menjalaninya dengan kepedihan dan penolakan, Allah pasti tahu.

Gus Nadir: Kita Belajar Memaknai Iman Sebagai Sebuah Tantangan

Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah. Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha mendekati Allah.

Keselamatan Menyertai saat Dilahirkan, saat Diberi Kehidupan Hingga di Akhirat Kelak

Tak lama setelah itu, suara adzan para muazzin di masjid pun ia dengar karena rumah kami di Baranti   terdapat 4 mesjid yang bisa didengarkan suara adzannya. Semoga saja kalimat suci dalam lantunan adzan tersebut senantiasa akrab ditelinganya hingga menembus qalbunya dan tetap istiqamah.

Mesu Batin: Manjemen Batin untuk Menyelami "Keilahian" di Dalam Diri

Mesu batin adalah untuk menyeimbangkan sisi spiritualitas kita ditengah dominannya aspek material empiris di zaman ini. Untuk itu tentunya sejenak mesu batin akan sangat bermanfaat untuk orang dengan jenis kepribadian apapun.