DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pada 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Usman mendirikan sebuah madrasah dan pondok pesantren. Ia memanfaatkan serambi Masjid untuk kegiatan belajar mengajar para santri. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A.Djazuli membengkak menjadi 100 orang.
Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum dengan bantuan modal awal (hibah) dari Bapak H.M. Jusuf Kalla dengan merekomendasikan kepada Anregurutta H.M. Sanusi Baco, Lc berupa lahan seluas 3,7 hektar mulai dibangun pada tahun Kemudian atas bantuan Bapak Zainal Basri Palaguna (Gubernur Sulawesi Selatan saat itu) dengan sejumlah Ulama, tokoh dan Cendikiawan Muslim di Sulawesi Selatan.
Anregurutta KH. Sanusi Baco beliau adalah ulama karismatik dari Sulawesi Selatan berdarah Bugis selain sebagai Mutasyar PBNU beliau adalah pendiri pesantren Nadlatul Ulum Maros.
KH. Abdul Halim Leuwimunding beliau merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Organisasi besar ini beliau menjabat sebagai Katib Tsani atau Sekretaris kedua di struktur NU untuk mendampingi Kiai Wahab Chasbullah.
Berusaha secara maksimal untuk meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran di Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, usaha ini tercatat dalam sejarah perjalanan Pesantren ini yang dimulai dengan pendirian Madrasah Arabicshe School pada tahun 1941
Pesantren Ibnul Amin Pamangkih Barabai Kalimantan Selatan
Makam Syech Maulana Syamsudin Letak Makamnya dekat pantai Widuri tepatnya di Desa Widuri, Pemalang, Jawa Tengah
Pesantren Dar al-Tauhid didirikan oleh KH. Sanawi bin Abdullah bin Muhammad Salabi, ayah KH.Syathori.
Pondok pesantren Sabilurrosyad terletak di dusun Gasek, desa Karang Besuki, kec Sukun, kab. Malang