INFAK / SEDEKAH/ DONASI/ SUMBANGAN untuk LADUNI.ID
Seluruh dana yang terkumpul untuk operasional dan pengembangan portal dakwah Islam ini
makan bersama dalam satu nampan bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sunnah Rasulullah ﷺ yang mengandung banyak keberkahan. Rasulullah ﷺ tidak pernah makan sendirian, dan beliau menegaskan bahwa makanan yang dinikmati bersama akan terasa cukup bahkan berlipat ganda.
Hampir semua penyakit berawal dari usus
“Dalam Hadis tersebut tersirat pemahaman tentang kesunnahan berbicara atas makanan untuk menggembirakan orang-orang yang makan.” (Syaikh Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Syarh An-Nawawi 'ala Al-Muslim, juz 7, hal. 14)
Syaikh Nawawi Banten dalam kitab Maraqil ‘Ubudiyyah, sebagaimana yang beliau kutip dari Mandzumah Ibni Ma’ad, menjelaskan bahwa aktivitas makan yang dilakukan manusia memiliki tujuh tahapan dan kesemuanya memiliki hukum masing-masing.
Islam sangat peduli dengan semua aktivitas manusia, mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. Maka dari itu sebagai muslim yang baik, kita harus benar-benar menjaga aktivitas keseharian mulai dari yang sepele, salah satunya adalah makan dan minum.
Banyak yang menyangka bahwa saat makan hendaklah utamanya sambil diam tak sambil mengobrol. Tuntunan ini sama sekali tak ada dalam sunnah.
Nabi SAW bersabda : "Malaikat senantiasa bersholawat kepada salah seorang di antara kalian selama suguhan makanan masih diletakkan di hadapannya hingga diangkat "
"Makan dan minumlah kalian, namun jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang suka bersikap berlebihan." (QS. al-A’raf: 31).
Orang Muslim melihat makanan dan minuman itu sebagai sarana, dan bukan tujuan. Ia makan dan minum untuk menjaga kesehatan badannya karena dengan badan yang sehat, ia bisa beribadah kepada Allah Ta’ala dengan maksimal.
Saat makan, mengunyah menjadi hal yang penting. Memang banyak orang yang kurang memperhatikan hal ini. Sebenarnya mengunyah dengan baik sangat membantu pencernaan.