DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
KH. Hamim Tohari Djazuli atau akrab dengan panggilan Gus Miek lahir pada 17 Agustus 1940. Beliau adalah putra KH. Jazuli Utsman (seorang ulama sufi dan ahli tarikat pendiri Pon-Pes Al Falah Mojo Kediri) dengan Nyai Rodhiyah.
"Keringat Nabi Muhammad dicampur minyak wangi jadi yang terharum sedunia." Habib Jindan menceritakan bagaimana para sahabat menampung keringat Nabi Muhammad SAW dan mencampurnya dengan minyak wangi. Hasilnya adalah minyak wangi yang menjadi paling harum sedunia, menunjukkan keistimewaan Nabi dan menginspirasi untuk mengikuti sunnah memakai wangi-wangian, terutama bagi kita manusia biasa.
Kyai Nur Iman Mlangi lahir sekitar awal abad 18 atau diperkirakan tahun 1708. Beliau adalah putra Prabu Amangkurat IV atau RM. Suryo Putro dari istri yang bernama Bendara Raden Ayu Ratna Susilawati. Beliau terlahir dengan nama RM. Sandeyo yang kemudian bergelar KGP Angabehi Kertosuro.
Kyai dapat diartikan sebagai seseorang atau benda yang sangat dihormati dan disakralkan. Kyai bagi pemahaman Jawa adalah sebutan untuk "yang dituakan ataupun dihormati" baik berupa orang, ataupun barang.
Nyai Hj. Aisyah Hamid Baidlowi memulai perannya dengan menjabat Ketua Fatayat NU Wilayah DKI Jakarta (1959-1962) di usia 19 tahun. Dari sini, meskipun Nyai Aisyah termasuk keturunan darah biru NU, ia tetap menjalani proses kaderisasi dari tingkat bawah. Baginya, proses berjenjang dalam aktif di organisasi akan menempa seseorang menjadi lebih matang.
Kiyai Nur Iman Mlangi atau RM Sandeyo beliau adalah ulama besar yang masih keturunan keraton Mataram, ayah beliau adalah pangeran Suryaputra bergelar raja Amangkurat IV.
Berawal dari pengajian Al-Quran untuk anak-anak di sebuah kontrakan yang diikuti oleh anak-anak masyarakat kampung Poncol Cirimekar Cibinong.
"Nabi Muhammad benci bau tak sedap, beliau selalu wangi dan pakai minyak wangi." Habib Jindan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat tidak menyukai bau yang tidak enak. Meskipun Nabi Muhammad secara alami sudah harum, beliau tetap memakai minyak wangi sebagai sunnah untuk mengajarkan umatnya pentingnya menjaga keharuman.
Ada sebuah kisah yang mengisyaratkan bahwa KH. R. As’ad Syamsul Arifin memang bukanlah ulama sembarangan. Kisah itu terjadi pada saat Kiai Mujib (teman KH. As’ad) diajak KH. As’ad menghadiri delapan acara walimah haji yang berada di luar kota.
KH. Adlan Aly lahir pada 03 Juni 1900 di Pesantren Maskumambang, Kabupaten Gresik. Beliau merupakan putra dari pasangan Hj. Muchsinah dan KH. Ali.