DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di antara keistimewaan Madrasah An-Nahdhoh ini adalah meluluskan lebih awal murid-muridnya yang unggul untuk membantu mengajar di situ. Di antara sekian banyak siswanya, terpilihlah Al-Habib Abdul Qodir untuk diluluskan dan diizinkan mengajar.
Dedikasinya sebagai pengajar hukum tata negara membuat dirinya diberikan gelar kehormatan oleh Presiden berupa Satya Lencana pada tahun 2004.
Sedekah memang bisa lebih utama dari ibadah haji. Ada kisah menarik yang menggambarkan kebenaran pernyataan tersebut. Peristiwa ini dialami oleh seorang ulama besar di masa tabi'in. Adapun sosok yang terkait dengan kisah ini, tidak lain adalah Abdullah Ibnu Al-Mubarak.
Sudah bukan asing lagi, bila Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA) itu tempatnya orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an. Dan sebagai pelengkapnya, KH. Mufid menyarankan para anak didiknya untuk membaca shalawat dala’ilul khoirot minimal seminggu sekali. Istilahnya beliau, ”Al-Qur’an di tangan kanan dan shalawat di tangan kiri”.
Transoxiana, wilayah yang terletak di Asia Tengah telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa sejarah yang mempengaruhi peradaban umat manusia. Salah satu bab terpenting dalam catatan sejarah adalah penaklukan yang dilakukan oleh kekuasaan Islam yang berekspansi sampai wilayah tersebut.
KH. Ja’far Shodiq Aqiel Siroj, akrab dipanggil Buya Ja’far oleh para santrinya lahir di kompleks Pondok Pesantren Kempek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. pada tanggal 1 Juni 1951
Nama lengkapnya adalah KH. Soeratmo Muhammad Idris, tapi beliau lebih dikenal dengan panggilan Mbah Kiyai Muhammad Idris Kacangan. Beliau lahir pada tanggal 1 April 1913 M. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Amir Hasan Yogyakarta dan Ny. Aisyah binti KH. Idris Boyolali.
Sekembalinya dari Tanah Suci pada 1962, Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin yang telah bergelar haji mewujudkan mimpinya membangun sebuah Pondok Pesantren di Tanah Lombok. Sejak saat itu, beliau mengajarkan agama kepada para santri dari tingkat dasar atau diniyah hingga ke tingkat perguruan tinggi.
KH. Abdurahman Wahid sebagai presiden keempat juga berusaha menggabungkan kekuatan budaya dan agama. Beliau secara intelektual menggelorakan pribumisasi Islam dan secara sosial keagamaan adalah seorang kyai, yang juga seorang ulama dalam arti sebenarnya.
Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu beralamat di Jl. H. Badaruddin Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah NTB. Berdiri pada 1 April 1962. didirikan oleh TGH. Lalu M. Turmudzi Badaruddin hingga berkembang pesat seperti sekarang ini.