DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Perlu ditanamkan di dalam diri kita, bahwa cara yang baik dalam memuliakan bulan Sya'ban dengan berpuasa dan berbagai amal kebaikan merupakan salah satu upaya sungguh-sungguh kita untuk meraih keberkahan hidup.
Perang Badar besar mengandung banyak pelajaran dan catatan penting yang patut direnungkan, selain mukjizat agung terkait pertolongan Allah terhadap kaum mukmin yang memegang prinsip keimanan dalam menunaikan tanggung jawab keagamaan mereka.
“Ia (Sya’ban) adalah bulan dibukanya pintu-pintu kebaikan, diturunkannya keberkahan, ditinggalkannya dosa-dosa, dihapuskannya kesalahan-kesalahan, dan diperbanyaknya shalawat kepada Muhammad SAW, sebaik-baik makhluk.”
Dengan mengaku hanya menulis puisi-puisian, Mustofa Bisri justru mendemonstrasikan bagaimana dengan puisi ia mampu melemparkan kritik sosial sambil bercanda. Bagaimana mengeritik tanpa rasa marah.
Ustadzah Halimah Alaydrus, dalam sebuah ceramahnya yang menggugah, mengajak kita untuk merenung, dari mana sebenarnya sumber kekuatan kita?
Sampai saat ini masih aktif sebagai Dosen PTIQ Jakarta serta mengajar di PDU MUI Jakarta Selatan. Bahkan, meskipun jadwal ceramahnya sangat padat, namun pengajian di berbagai majelis dan masjid tetap beliau jalani.
KH. Ni’amillah Aqil Siroj adalah sosok ulama asal Kempek, Cirebon yang meskipun berstatus kiai pesantren namun beliau memiliki kualitas intelektual yang mumpuni, tutur katanya halus, suaranya merdu dan susunan kalimat yang diucapkannya tertata rapih,
"Di bulan Sya’ban turun kewajiban puasa bulan Ramadhan dan di malam Nishfu Sya’ban terjadi pemindahan kiblat dari Masjid Al-Aqsha menuju Masjidil Haram yang penuh dengan rahmat dan pengampunan. Dan hal itu dirasa berat oleh orang Yahudi, Kristen dan para penyembah berhala."
Dalam perjalanan hidupnya, KH. Amirullah Ilyas sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH. Zaini Sulaiman, KH. Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan Masjid Al-Husniyah.
Ketika berumur tujuh tahun Kyai Dahlan dan keluargnya pindah ke Yogyakarta untuk mengadu nasib. Di sinilah perjalanan Kyai Dahlan di mulai. beliau memulai sekolah di SR (Sekolah Rakyat) di Suryodinatan.