Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang

 
Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang

Profil
Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Khairiyah Hasyim Seblak berada di Desa Kwaron Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Kwaron adalah nama Desa yang ada di Kecamatan Diwek Jombang. Kecamatan Diwek merupakan salah satu dari beberapa kecamatan di tingkat 21 di Kabupaten Jombang. Jarak dari Kecamatan Diwek ke kota Jombang atau dari kabupaten yaitu 7 km.

Jarak antara Seblak ke Tebuireng dari arah barat yaitu 300 m. Nama dusun ini dijadikan oleh KH Ma’shum Ali sebagai nama Pondok Pesantren yang akan didirikannya yaitu Pondok Pesantren Seblak.

Sejarah
Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak (selanjutnya disingkat Pondok Seblak) berdiri di atas tanah seluas 8500 m2, berlokasi di dusun Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sekitar 500 m. kearah barat Tebuireng. Pendirinya, KH. Ma’shum Ali, adalah menantu pasangan Kiai Hasyim Asy’ari-Nyai Nafiqoh, yang dinikahkan dengan putri pertamanya yang bernama Khoiriyah Hasyim. Kiai Ma’shum berasal dari Maskumambang, Gresik.
Pada awal pernikahannya, Kiai Ma’shum dan Nyai Khoiriyah tinggal bersama mertuanya di Tebuireng (ndalem kesepuhan).

Kiai Ma’shum ikut membantu sang mertua mengajar. Beliau pernah tercatat sebagai kepala sekolah pertama Madrasah Tebuireng. Setelah kelahiran putra pertamanya, pasangan ini mulai merintis tempat tinggal sendiri dengan membeli tanah di dusun Seblak (tahun 1926). Dipilihnya dusun Seblak karena dekat dengan Tebuireng, sehingga Kiai Ma’shum tetap bisa mengajar di sana. Pasangan Kiai Ma’shum-Nyai Khoiriyah memperoleh 6 putra dan putri. Namun lima orang meninggal sewaktu kecil, dan tinggal dua orang putri bernama Abidah dan Jamilah.

Perkembangan
Pada awalnya, para santri yang mondok di Seblak adalah mereka yang punya minat mempelajari ilmu Falak. Jumlahnya tidak banyak. Pada masa itu, ilmu falak memang belum diajarkan di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Tebuireng. Tak heran bila di kemudian hari, Pondok Seblak terkenal sebagai pondok ilmu falak. Kiai Ma’shum Ali dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada tanggal 27 Ramadhan 1351 H (1933 M.),. Pondok Seblak berduka. Kepemimpinan Pondok Seblak selanjutnya diteruskan oleh KH. Mahfudz Anwar, menantu Kiai Ma’shum yang menikah dengan putri pertamanya, Nyai Abidah Ma’shum.

Kiai Mahfudz bukan hanya melanjutkan kepengasuhan pesantren, tapi juga menguasai dan meneruskan tradisi ilmu Falak. Beliau memang santri binaan khusus Kiai Ma’shum. Kiai Mahfudz juga terkenal ahli Tafsir dan Hadits, yang dulu pernah berguru kepada Kiai Hasyim. Beliau sering berperan penting menentukan awal Ramadlan atau Idul Fitri. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah PBNU.

Pada permulaan tahun 1940an, di bawah kepemimpinan Kiai Mahfudz Anwar, Pondok Seblak berencana membangun Madrasah Banat. Yaitu lembaga pedidikan formal tingkat ibtidaiyah khusus putri. Karena saat itu santri putri hanya belajar secara klasikal di ndalem. Sayangnya, rencana tersebut terhambat oleh kondisi Negara yang masih dalam masa penjajahan. Bangunan pertamanya diresmikan pada tahun 1949.

Satu tahun kemudian, Madrasah Banat berhasil meluluskan angkatan pertamanya. Untuk menampung lulusan tersebut, atas desakan masyarakat, Kiai Mahfudz kemudian mendirikan Madrasah Muallimat (1950), lembaga pendidikan tingkat menangah pertama khusus putri. Karena besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putrinya di dua lembaga tersebut, maka pada tahun yang sama didirikanlah Pondok Putri Seblak dengan pengasuh Nyai Abidah Ma’shum.

Ternyata perkembangan pondok putri lebih pesat daripada pondok putra, sehingga Pondok Seblak lebih dikenal sebagai pondok putri.
Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Inovasi
Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Lahirnya model kerudung yang biasa disebut “kudung rubu’\ merupakan salah satu karya inovatif Nyai Khoiriyah dan santri (putri) Seblak. Model kerudung yang cukup populer antara tahun 1960-1970- an itu, untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada masyarakat Jombang sekitar tahun 1964, bersamaan dengan peringatan ulang tahun Nahdlatul ‘Ulama. Saat itu santriwati Pondok Seblak tampil dengan celana panjang, baju berlengan panjang, dan kerudung rubu’. Tampak anggun, rapi, dan kental nuansa islami. Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim wafat pada Sabtu sore, 21 Ramadhan 1404 H./2 Juli 1983, sekitar pukul 17.20 WIB dan dimakamkan di komplek pemakaman Tebuireng. Kepengasuhan Seblak kemudian dilanjutkan oleh Nyai Jamilah Ma’shum dan Nyai Abidah Ma’shum.

Nyai Jamilah Ma’shum kemudian membina Pondok Pesantren Putri Seblak hingga wafatnya tahun 1988. Kepengasuhan dilanjutkan oleh putra-putrinya dengan membentuk Yayasan Pondok Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim”, dengan akte notaris No. 7 tanggal 15 Mei 1979. Hingga kini, Yayasan Khoiriyah Hasyim menaungi beberapa lembaga pendidikan, yakni Play Group dan TK al-Khoiriyah, MI Salafiyah Syafi’iyah, Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyah, Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah, SMK Khoiriyah Hasyim, Madrasatul Qur’an Putri, termasuk Panti Asuhan Al-Khoiriyah.

Pengasuh

  1. KH. Ma’shum bin Ali sekaligus sebagai Pengasuh yang Pertama, hingga beliau wafat tahun 1933.
  2. Tahun 1933 – 1937: Diasuh istri beliau Ny. Khoiriyah Hasyim (Puteri Pertama KH. Hasyim Asy’ari).
  3. Tahun 1937 – 1956: Diasuh oleh KH. Machfudz Anwar (putera menantu KH. Ma’shum Ali) sehubungan dengan Ny. Hj. Khoiriyah menunaikan ibadah haji dan bermukim di Makkah.
  4. Tahun 1956 – 1969: Diasuh oleh Ny. Hj. Khoiriyah Hasyim (sepulang beliau dari Mekkah).
  5. Tahun 1969 – 1988: Diasuh oleh Ny. Hj. Djamilah Ma’shum (Puteri kedua KH. Ma’shum Ali).
  6. Tahun 1988 – 2003: Diasuh oleh putera-puteri Ny. Hj. Djamilah – KH. Noer Aziz, dalam bentuk Majelis Pengasuh PPSS (KH. Umar Faruq – Ny. Hj. Mahshunah Faruq, KH. Luqman Hakim, – Ny Hj. Siti Nur Sa’adah, dan Ny. Hj. Nur Laili Rahma – KH. Luthfi Sahal).
  7. Tahun 2003 – 2010: Diasuh oleh Majelis Pengasuh PPPS (Ny. Hj. Mahshunah Faruq, KH. Luqman Hakim – Ny. Hj. Siti Nur Sa’adah dan Ny. Hj. Nur Laili Rahmah – KH. Luthfi Sahal)
  8. Tahun 2010 – Sekarang: Diasuh oleh Majelis Pengasuh PPSS dan dzuriyah generasi ke empat


 Unit Pendidikan

  1. Play Group dan TK al-Khoiriyah
  2. MI Salafiyah Syafi’iyah
  3. Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyah
  4. Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah
  5. Madrasatul Qur’an Putri
  6. termasuk Panti Asuhan Al-Khoiriyah
  7. Ma'had Aly Al Mahfudz

Ekstrakurikuler

  1. Pembinaan Tahfidz dan Tanfidz Al-Qur'an
  2. Hadrah
  3. Kajian kitab kuning
  4. Muhadharah/pidato
  5. Pramuka
  6. Pelatihan komputer
  7. Bahasa Arab
  8. Bahasa Inggris
  9. kaligrafi
  10. Silat
  11. Basket
  12. Voli
  13. Sepakbola
  14. Tenis meja
  15. Marching band
  16. Paskibra
  17. Paduan suara
  18. Jurnalistik
  19. Ketrampilan hidup/usaha: Tata Boga, Komputer


Hadrah di
pesantren Salafiyah Syafi’iyah


Pelatihan komputer
di pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Fasilitas

  1. Masjid
  2. Gedung asrama santri putra dan putri terpisah
  3. Kantor
  4. Asrama pengasuh
  5. Dapur
  6. Gedung sekolah
  7. Lapangan Olahraga
  8. Auditorium
  9. Aula
  10. Koperasi santri
  11. Perpustakaan
  12. Laboratorium IPA
  13. Laboratorium Tata Boga
  14. Laboratorium komputer
  15. Laboratorium bahasa
  16. Gudang
  17. Sanitasi/MCK
  18. Puskestren/UKS.


Masjid di pesantren Salafiyah Syafi’iyah


Gedung sekolah di pesantren Salafiyah Syafi’iyah

Alamat
Seblak, Diwek, Kwaron, Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silahkan hubungi https://seblak.online/
Email: admin@seblak.online

Telepon: (0321) 873650

 
 

Data pesantren lebih lengkap per propinsi dan kabupaten/kota dapat dicek di wiki.laduni.id/pesantren
Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.

 
 
 
 
 
 
 
 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.